Berita Lampung

Anak Korban Pembunuhan di Lampung Bentang Spanduk saat Wisuda di Malang

Warga Lampung wisudawan Universitas Negeri Malang (UM), anak korban pembunuhan Pembadin Harianja (61) melakukan aksinya membentang spanduk

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Indra Simanjuntak
Istimewa/Tribunlampung.co.id
Candra Friyandy Harianja wisudawan Universitas Negeri Malang (UM), melakukan aksi membentangkan spanduk menuntut pelaku pembunuhan ayahnya Pembadin Harianja (61) ditangkap. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Candra Friyandy Harianja warga Lampung wisudawan Universitas Negeri Malang (UM), anak korban pembunuhan Pembadin Harianja (61) melakukan aksinya membentang spanduk menuntut pelaku lainnya ditangkap pada saat prosesi wisuda, Sabtu (11/11/2023). 

Adik Candra Friyandy Harianja, Agung Krisdiandy Harianja mengatakan, kakaknya Candra terpaksa melakukan aksi membentangkan sepanduk untuk meminta kapolri menangkap semua pelaku pembunuhan ayahnya. 

Baca juga: Komplotan Perampok di Pesisir Barat Dapat Pistol Dari Gadai

Baca juga: Penjaga Harimau di Samarinda Tewas Diterkam Peliharaan Majikannya saat Beri Makan

"Benar kakak saya terpaksa membentangkan spanduk tersebut karena kami harap polri bisa menangkap pelaku yang membunuhmu ayah kami," ujar warga Kampung Gedung Bandar Rahayu, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulangbawang tersebut kepada Tribun Lampung, Minggu (19/11/2023). 

Ia mengaku, kakaknya membentangkan spanduk yang ditujukan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Adapun tulisan tersebut  "PAK KAPOLRI. TOLONG SAYA !! TANGKAP SEMUA PELAKU PEMBUNUH BAPAK SAYA ALM. PEMBADI HARIANJA.TULANGBAWANG-LAMPUNG #BANTUKAWALKASUSINI".

Agung mengatakan, kakaknya melakukan hal tersebut pada saat wisuda karena keluarga kecewa dengan penanganan dari penyidik kepolisian dalam kasus orang tuanya. 

"Sampai saat ini belum ada lagi kelanjutannya dan pelaku lainnya juga belum ditangkap," kata Agung. 

Keluarga menduga pelaku ada tiga sampai empat orang dalam pembunuhan ayahnya. 

"Ayah dibunuh pada 17 Agustus 2023 dan ditemukan tiga hari meninggal dunia pada 20 Agustus 2023," kata Agung.

Agung mengaku, orang tuanya tersebut meninggal dibunuh di dalam sumur dengan kondisi badan arah bawah dan sudah terapung. 

"Ayah ada luka bagian kepala, dada memar, paha memar dan ada beberapa luka di wajahnya," 

"Perampokan di rumah ayah, karena barang hilang, seperti surat tanah, surat mobil, uang tunai, surat deposito hingga kartu ATM juga raib," terangnya.

Adapun tersangka yang baru ditangkap satu orang dan harapannya pelaku lainnya cepat diungkap. 

Sementara Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah Astutik mengatakan, polisi telah mengusut kasus tersebut.

"Tersangkanya pelaku tunggal berinisial S, kami telah melakukan penyelidikan dan saat ini proses pemeriksaan sedang berjalan di Polres Tulang Bawang," kata Kombes Pol Umi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved