Berita Lampung
Kisah Guru Honor di Pesawaran Tempuh 78 KM Jalan Ekstrem Tiap Hari Demi Mengajar
Suminawati, seorang guru honorer asal Kecamatan Kedondong, Pesawaran yang mengajar di SMPN Satap 2 Pesawaran.
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Dengan gaji Rp 1 juta, dia harus berjuang ekstra keras dalam akomodasi biaya perjalanan menuju ke sekolah.
Suminawati mengaku, menghabiskan Rp 15 ribu dalam setiap harinya untuk mengisi bahan bakar untuk motornya.
Menjadi guru yang mengajar pelajaran Bahasa Lampung yang merangkap menjadi guru BK dan PKn pun harus dia syukuri.
“Ya, tentu dengan menjadi dan dalam kondisi apapun saya teramat bersyukur, dengan bersyukur semakin membuat diri saya terpacu dan semangat mengajar anak-anak,” ucapnya.
Dia tak menuntut lebih untuk diangkat menjadi PPPK, namun dia sangat berharap banyak kepada pemerintah untuk segera memperbaiki akses jalan menuju sekolah.
Ungkap Suminawati, akses jalan tersebut ada pada Desa Kalirejo sampai Desa Sumber Jaya Kecamatan Way Ratai.
Dia merasa senang, apabila jalan itu sudah diperbaiki oleh pemerintah.
“Ada kebahagiaan dan kebanggan dalam hati saya melihat anak didik bisa sukses di kemudian hari,” ucapnya.
Saat disinggung apakah masih ingin mencoba lagi untuk tes PPPK bila ada peluang, Suminawati teramat ingin.
“Semoga ada jalan,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Guru-honorer-di-Pesawaran-tempuh-jalan-puluhan-kilo-meter-jalan-ekstrem-demi-ngajar.jpg)