Berita Lampung

Kisah Guru Honor di Pesawaran Tempuh 78 KM Jalan Ekstrem Tiap Hari Demi Mengajar

Suminawati, seorang guru honorer asal Kecamatan Kedondong, Pesawaran yang mengajar di SMPN Satap 2 Pesawaran.

istimewa
Suminawati, guru asal SMPN Satap 2 Pesawaran saat mengajar di kelas. Tempuh puluhan kilometer dengan jalan ekstrem demi mengajar. 

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Kisah guru honorer di Kabupaten Pesawaran yang menempuh puluhan kilometer untuk mengajar.

Suminawati, seorang guru honorer asal Kecamatan Kedondong, Pesawaran yang mengajar di SMPN Satap 2 Pesawaran.

Baca juga: Dendi Ramadhona Berharap Pesawaran Punya Dewan Pengupahan

Baca juga: Kades di Pesawaran Mulai Januari 2024 Lapor LHKPN

Dikatakannya, dia sejak 2016 lalu menjadi seorang guru di sekolah tersebut.

Dengan mengendarai sepeda motor bebek miliknya, ia menempuh jarak dari rumah ke sekolah dengan jarak tempuh 78 kilometer pulang pergi.

Terlebih lagi, Suminawati mengaku medan yang ditempuh terbilang menantang saat pergi menuju ke sekolah untuk mengajar.

Sebab sepanjang perjalanan, dia melewati banyak sekali jalan yang dalam kondisi rusak. 

“Terlebih lagi saat ini dalam kondisi hujan, selain jalan yang masih berbatu, terdapat tanah yang membuat jalan semakin licin bila dilalui dengan motor,” kata Suminawati kepada Tribun Lampung, Sabtu (25/11/2023).

Selain itu, dia mengaku khawatir akan jatuh, seperti kejadian yang sudah dialaminya saat berangkat ke sekolah.

“Dari rumah sampai ke sekolah ditempuh selama satu jam, dan saya tentu harus berangkat lebih awal agar tidak terlambat,” katanya.

Kendati harus melawati jarak tempuh yang sulit, wanita berusia 30 tahun tersebut merasa senang bisa mengabdikan diri untuk mengajar anak-anak di Kecamatan Way Ratai.

“Senang sekali,” ungkapnya.

Meski harus dua kali kandas dalam menjadi seorang guru PPPK, dia masih bisa bersyukur saat ini.

Dia masih mendapatkan gaji sesuai dengan cita-citanya menjadi seorang guru, meski mirinya harus dibayarkan per triwulan.

“Gaji dihitung perjam, sekolah mengandalkan dana BOS yang dibayarkan per triwulan,” ungkapnya.

Meski terasa miris, gaji Rp 1 juta itu harus dicukupi untuk menghidup keluarganya di rumah, apapun keadaannya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved