Lampung Bangkit

Hantoni Hasan Sebut Jumlah Penduduk Produktif di Lampung hanya 35 Persen

Di Lampung misalnya. Pengusung tagline Lampung Bangkit itu menyebut, dari sekitar 9,1 juta penduduk Lampung, 6,9 juta atau 70,31 persen usia produktif

|
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Endra Zulkarnain
Dokumentasi Tribun Lampung
Politisi PKS Hantoni Hasan di Podcast Tribun Lampung, Kamis (21/12/2023). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Indonesia akan menghadapi bonus demografi tahun 2045, yakni usia produktif lebih tinggi dibanding usia tidak produktif.

Politisi PKS Hantoni Hasan berpendapat berbeda, menurutnya tahun 2045 bonus demografi akan turun.

"Puncak bonus demografi adalah saat ini hingga tahun 2030," kata Hantoni Hasan di Podcast Tribun Lampung, Kamis (21/12/2023).

Di Lampung misalnya. Pengusung tagline Lampung Bangkit itu menyebut, dari sekitar 9,1 juta penduduk Lampung, 6,9 juta atau 70,31 persen adalah usia produktif.

"Artinya orang-orang usia tidak atau belum produktif di Lampung masih dibawah 50 persen," kata Hantoni Hasan.

Dia mengutarakan, jika usia tidak atau belum produktif di Lampung masih dibawah 50 persen, artinya angka ketergantungan kecil.

Menurutnya, apabila angka ketergantungan kecil, menunjukan sedang ada bonus demografi. Namun yang jadi persoalan, apabila usia produktif hanyalah usia tapi tidak produktif.

"Akhirnya akan banyak melakukan sesuatu yang tidak kita harapkan," ujar Hantoni Hasan.

Itu sebabnya usia produktif harus diiringi juga dengan aktivitas yang produktif.

Ada hal menarik di Lampung. Hantoni Hasan mengutarakan, dari 6,9 juta orang dengan usia produktif, angkatan kerjanya adalah 5 juta orang, dan yang bukan angkatan kerja adalah 1,9 juta.

Bukan angkatan kerja artinya usia saja yang produktif, tapi tidak ada aktivitas produktif.

Baca juga: Generasi Z Dominasi Pemilih di Pemilu 2024, Hantoni Hasan: Tawarkan Gagasan Soal Lapangan Pekerjaan

Baca juga: Pemilu Harus Dilaksanakan Riang Gembira, Hantoni Hasan: Ajang Beradu Gagasan, Bukan Bemusuhan

"Bukan angkatan kerja bisa jadi karena sekolah atau karena ada aktivitas lain," papar Hantoni Hasan.

Jika dihitung, kata Hantoni, yang tidak produktif di Lampung sebenarnya ada 4,3 juta atau 47,3 persen.

Kemudian dari 5 juta orang angkatan kerja, yang bekerja ada 4,8 juta, dan dari 4,8 juta itu yang bekerja penuh ada 2,8 juta.

"Nah. sSisanya bekerja paruh waktu, dan bekerja paruh waktu juga akan jadi persoalan lagi. Jika diambil kesimpulan, di Lampung yang benar-benar produktif hanya 35 persen," tutur Hantoni Hasan.

Agar angka produktif bisa naik, Hantoni Hasan menyarankan agar penduduk harus dipersiapkan dari fisik maupun keterampilan dan teknologinya.

"Menyiapkan fisik salah satunya adalah dengan selalu menjaga kesehatan, agar tidak menghadapi berbagai masalah salah satunya stunting," tandas Hantoni Hasan

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved