Pilpres 2024
Pemilik MNC Serahkan Penolakan Siaran Debat Capres-Cawapres ke KPU RI
Pihak MNC menyatakan soal siaran debat capres-cawapres merupakan keputusan KPU RI terkait keberatan TKN Prabowo-Gibran.
Tribunlampung.co.id - Pihak MNC menyatakan soal siaran debat capres-cawapres merupakan keputusan KPU RI.
Hal itu diungkapkan Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe terkait keberatan TKN Prabowo-Gibran yang minta MNC tidak jadi penyelenggara debat capres-cawapres.
Baca juga: Prabowo-Gibran Raih Elektabilitas Tertinggi, Faisol Djausal: Jangan Berpuas Diri
Baca juga: Ganjar Minta Jangan Ada Lagi Pendukungnya Dianiaya Oknum TNI
Alasan keberatan TKN Prabowo-Gibran tentang kedudukan MNC yang siarkan debat capres-cawapres karena pemiliknya merupakan Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe
Menurut Hary Tanoe dirinya tidak mengikuti persolan tersebut.
"Saya nggak mengikuti itu, saya nggak ngikutin," kata Hary Tanoe kepada awak media di Semarang, Senin (1/1/2024).
Kemudian ketika ditanya debat capres ketiga diminta tidak hanya MNC Group saja yang menjadi penyelagara. Hary Tanoe hanya menjawab singkat.
"Tanya KPU saja," jelasnya.
Sebelumnya Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Grace Natalie menyampaikan penolakan itu lantaran pemilik MNC Group merupakan Hary Tanoesoedibjo yang merupakan Ketua Umum Perindo.
Ia menyebutkan Perindo kini mengusung paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menjadi capres dan cawapres di Pilpres 2024 mendatang.
"Ini mungkin belum resmi tapi memang kalau melihat penyelenggara dari debat ketiga nanti itu semuanya MNC grup dan mengingat pemilik dari MNC pak Harry Tanoe adalah ketua umum partai yang hari ini mendukung salah satu paslon 03, rasanya sih lebih baik ditimbang ulang oleh KPU," ucap Grace saat ditemui di Lounge Saphire Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Minggu (31/12/2023).
Grace mengusulkan agar KPU agar tidak hanya menunjuk MNC Group saja yang menjadi pihak penyelenggara debat ketiga. Namun, pihaknya mengusulkan ada kombinasi dengan media-media lainnya.
"Mungkin ada perimbangan, ada kombinasi yang lebih beragam agar penyelenggaranya gak semuanya jaringan MNC. Nanti kan mungkin ada kekhawatiran dari paslon yang lain, bukan hanya 02 ya," katanya.
"Apakah bisa betul-betul misalnya adil sama untuk semuanya, daripada berspekulasi dan kalau sesuatu akhirnya digiring kesana opininya lebih baik kan di mix aja. Jadi betul-betul semua perwakilan media ada disitu," sambungnya.
Ia pun mengingatkan MNC Group pernah menjadi media yang menayangkan Ganjar sebagai aktor iklan azan Magrib, hal ini pun pernah menjadi polemik.
"Mengingat pemilik medianya adalah ketua umum partai yang aktif mendukung salah satu paslon dan kemarinnya sudah ada peristiwa dimana pak Ganjar jadi bintang iklan dari momen untuk beribadah yang kemudian menimbulkan polemik juga," tutupnya.
(Tribunlampung.co.id/Tribunnews)
| Kubu Prabowo Minta PDIP jadi Oposisi Buntut Ucapan Megawati 'Gue Mainin Dulu' |
|
|---|
| Pengamat Sebut PDIP Pilih Oposisi atau Koalisi Lantaran Masih Negoisassi dengan Prabowo |
|
|---|
| Prabowo Subianto Ingin Ringankan UKT Universitas Negeri, Singgung Kewajiban Sosial |
|
|---|
| Forum API Perubahan Harap Ada Pelajaran dari Pilpres 2024 |
|
|---|
| Megawati Bingung Ditanya Kenapa Ganjar-Mahfud Kalah di Pilpres |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Pihak-MNC-menyatakan-soal-siaran-debat-capres-cawapres-merupakan-keputusan-KPU-RI.jpg)