Berita Lampung

Ini Penyebab Produksi Lada Hitam di Pesisir Barat Terus Menurun

Hasil produksi lada hitam di Kabupaten Pesisir Barat pada tahun 2023 mencapai 1.050 ton.

Penulis: saidal arif | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Saidal Arif
Hasil produksi lada hitam di Kabupaten Pesisir Barat pada tahun 2023 mencapai 1.050 ton. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Pesisir Barat - Hasil produksi lada hitam di Kabupaten Pesisir Barat pada tahun 2023 mencapai 1.050 ton.

Jika dibandingkan tahun 2022, hasil produksi lada tersebut sedikit mengalami penurunan.

"Hasil produksi lada hitam tahun 2023 sebanyak 1.050 ton, sedangkan pada tahun 2022 sebanyak 1.059 ton. Ada sedikit penurunan," ungkap Zulfikardo, Kabid Perkebunan pada DKPP Pesisir Barat, Jumat (26/1/2024).

Dikatakannya, dalam beberapa dekade terakhir hasil produksi lada di Pesisir Barat terus berkurang.

Penyebabnya, kata dia, banyak tanaman lada milik petani terserang hama yang membuat batang lada layu dan membusuk.

Selain itu, faktor cuaca yang tidak menentu juga ikut mempengaruhi hasil produksi lada tersebut.

Diperkirakan total luas lahan lada yang ada di Pesisir Barat sekitar 2.808 hektare, yang tersebar di sejumlah kecamatan.

"Untuk tanaman lada ini paling banyak di Kecamatan Lemong mencapai 1.105 hektare," ujarnya.

Harga jual lada hitam di tingkat petani berkisar Rp 43 ribu hingga Rp 47 ribu per kilogram.

Ia berharap ke depan tanaman lada di Pesisir Barat akan kembali tumbuh agar bisa membantu kehidupan para petani.

Sedangkan, hasil produksi cengkih pada tahun 2023 mencapai 205 ton.

Untuk luas lahan tanaman cengkih mencapai 1.369 hektare.

Hasil produksi cengkih ini sejak tahun 2021 terus mengalami penurunan.

Dijelaskannya, pada tahun 2021 hasil produksi cengkih di Pesisir Barat sebanyak 416 ton.

Kemudian pada tahun 2022 turun menjadi 247 ton.

"Hasil produksi cengkih kita dari tahun 2021 mengalami penurunan. Untuk tahun 2023, total produksi sebanyak 205 ton," ucapnya.

Penyebab penurunan hasil produksi cengkih ini tidak jauh berbeda dengan lada.

"Banyak tanaman cengkih yang layu dan mati karena terserang hama. Sebenarnya masalah tanaman cengkih ini tidak jauh berbeda dengan tanaman lada," tandasnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Saidal Arif)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved