Berita Lampung

Debu Proyek Jalan di Ambarawa Pringsewu Ganggu Kesehatan dan Usaha Warga

Terhentinya perbaikan jalan provinsi ruas Ambarawa–Pardasuka di Pekon Ambarawa mulai berdampak pada kesehatan warga sekitar.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
GANNGGU KENYAMANAN - Terhentinya perbaikan jalan provinsi ruas Ambarawa–Pardasuka di Pekon Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu, Lampung tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi mulai berdampak pada kesehatan dan aktivitas ekonomi warga sekitar. 

Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Terhentinya perbaikan jalan provinsi ruas Ambarawa–Pardasuka di Pekon Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu, Lampung tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi mulai berdampak pada kesehatan dan aktivitas ekonomi warga sekitar.

Debu tebal dari material batu dan tanah yang belum dipadatkan terus beterbangan setiap kali kendaraan melintas. Kondisi ini diperparah dengan lalu lintas yang tetap padat, sehingga partikel debu menyebar hingga ke rumah dan tempat usaha warga.

Sejumlah warga mengaku mulai merasakan gangguan pernapasan akibat paparan debu yang terjadi hampir sepanjang hari, terutama pada pagi hingga sore saat aktivitas kendaraan meningkat.

Salah satu warga, Nedi Rahmadi, mengatakan debu sangat memengaruhi usaha toko parfum miliknya. Ia harus membersihkan area toko berulang kali agar tetap layak bagi pelanggan.

“Debunya luar biasa. Kalau tidak disiram, parah sekali. Pelanggan juga jadi tidak nyaman,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Dalam sehari, Rahmadi bahkan harus menyiram lantai depan tokonya hingga hampir 10 kali karena debu terus masuk.

“Hampir 10 kali saya nyiram. Baru dibersihkan, sudah kotor lagi,” keluhnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berdampak pada kesehatan warga.

“Pernapasan juga agak susah di sini. Debu masuk sampai ke dalam rumah,” tambahnya.

Warga setempat sebenarnya telah berinisiatif melakukan penyiraman secara mandiri untuk mengurangi debu.

Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup karena tidak dilakukan secara konsisten dan tidak didukung pengendalian dari pihak terkait.

Hingga kini, proyek perbaikan jalan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera rampung. Sementara itu, pengendalian debu dinilai masih minim.

Warga berharap pengerjaan jalan dapat segera dilanjutkan dan diselesaikan. Selain itu, mereka meminta adanya penanganan debu yang lebih serius guna melindungi kesehatan serta menjaga keberlangsungan usaha masyarakat di sekitar lokasi.

( Tribunlampung.co.id / Oky Indra Jaya )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved