Harimau Berkeliaran di Jalan Lampung

Kamera Jebak Dipasang di Lokasi Warga Lampung Barat Tewas Diterkam Harimau

Pemasangan kamera jebak untuk harimau Sumatera itu dilakukan tepatnya di areal perkebunan Pekob Sumber Agung, Kecamatan Suoh, Lampung Barat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Dok. BBTNBBS
Petugas gabungan saat melakukan pemasangan kamera jebak dan cek TKP warga Lampung Barat diterkam harimau Sumatera. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Barat - Petugas gabungan BBTNBBS, Polri-TNI beserta masyarakat memasang dua kamera jebak di lokasi warga Lampung Barat meninggal diduga diterkam harimau Sumatera.

Warga Lampung Barat yang meninggal diduga diterkam harimau Sumatera tersebut bernama Gunarso.

Pemasangan kamera jebak untuk harimau Sumatera itu dilakukan tepatnya di areal perkebunan Pekob Sumber Agung, Kecamatan Suoh, Lampung Barat titik koordinat UTM X 420544, Y 9415583.

Kabid Wilayah II Liwa TNBBS, Amri mengatakan, pemasangan kamera jebak di lokasi ditemukan jenazah korban itu dimaksudkan untuk identifikasi individu harimau Sumatera.

“Selain itu kita juga memeriksa tanda-tanda keberadaan harimau Sumatera di TKP, dan mengukur tapak kaki satwa yang ditemukan,” ujarnya, Sabtu (10/2/2024).

“Hasilnya ditemukan tapak kaki harimau satu panjang 5 cm dan lebar 6 cm. Tapak kaki harimau dua panjang 6 cm dan lebar 8 cm,” terusnya.

Saat itu juga pihaknya kembali memeriksa dan mengambil bagian dari tubuh korban yang masih tersisa di lokasi.

“Kemudian sisa-sisa bagian tubuh korban tersebut dilakukan pengevakuasian untuk diserahkan kepada keluarga korban,” sebutnya.

Selain itu, jelas Amri, pihaknya juga telah menyimpulkan beberap lokasi kejadian yang ada di lahan kebun kopi warga.

“Lokasi korban diterkam satwa berada pada titik koordinat/ UTM X 420396, Y 9415622. Lokasi jenazah korban ditemukan berada di titik koordinat/ UTM X 420544, Y 9415583,” jelasnya.

“Jarak lokasi korban ditemukan ke Pal Batas kawasan TNBBS (TN 4509) sejauh 570 m. sedangkan jarak lokasi korban dengan desa terdekat sejauh 1,1 km,” terusnya.

Kemudian, lanjut Amri, untuk jarak lokasi korban diterkam ke lokasi jenazah ditemukan diperkirakan sejauh 150 m.

Atas kejadian ini, pihaknya memberikan imbauan kepada masyarakat setempat agar selalu waspada terhadap keberadaan hewan buas yang diyakni masih berkeliaran ini.

Selain itu juga memberi sosialisasi kepada masyarakat tentang cara menghindari konflik dengan harimau dan tidak melakukan aktivitas di lahan kebunnya sekitar TKP.

“Kira-kira selama satu minggu ke depan jangan melakukan aktivitas di lokasi itu guna menghindari perjumpaan/konflik dengan harimau Sumatera,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved