Berita Lampung
Ditemukan 3 Kasus Meninggal Gegara DBD, Warga Pesisir Barat Diimbau Lakukan 3M Plus
Masyarakat Pesisir Barat Lampung diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyakit DBD
Penulis: saidal arif | Editor: Indra Simanjuntak
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Masyarakat Pesisir Barat Lampung diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyakit Demam berdarah dengue (DBD) yang merebak akhir-akhir ini.
Pasalnya, sejak bulan Januari hingga Februari 2024 sudah ada tiga warga dinyatakan meninggal dunia akibat terkena penyakit DBD tersebut.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Barat, Suryadi mengatakan, jumlah kasus DBD sejak awal tahun 2024 hingga saat ini sebanyak 51 kasus.
"Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara melakukan tindakan pencegahan, seperti ngubur,menguras dan menutup benda yang berpotensi menjadi sarang nyamuk," ungkapnya, Selasa (20/2/2024).
Selain itu, warga juga diminta untuk menerapkan perilaku hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan.
Dikatakannya, kewaspadaan ini sangat penting ditingkatkan, sebab saat ini cuaca sedang tidak menentu.
Untuk itu, barang-barang yang ada di pekarangan dan sekitar rumah yang dapat menampung air hujan harus ditumpahkan.
Hal tersebut dilakukan untuk mencegah tidak ada lagi telur nyamuk yang berkembang.
"Dengan begitu diharapkan telur nyamuk tidak sempat berkembang dan penyakit DBD yang disebabkan nyamuk dengue bisa dicegah,"kata dia.
Diberitakan sebelumnya, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pesisir Barat Lampung sejak Januari hingga pertengahan bulan Februari 2024 telah memakan tiga orang korban jiwa.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Barat, Suryadi mengatakan, berdasarkan data per 16 Februari 2024 total kasus DBD yang terjadi sebanyak 51 kasus.
"Dari total 51 kasus DBD yang terjadi di Pesisir Barat, tiga orang dinyatakan meninggal dunia,"ungkapnya, Senin (19/2/2024).
Dari tiga orang yang meninggal dunia akibat DBD tersebut satu pasien di antaranya berusia 75 tahun warga Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah.
Adapun upaya yang dilakukan oleh pihaknya untuk mencegah kasus DBD ini agar tidak terus meluas yakni dengan gerakan Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M plus dan gerakan 1 rumah 1 pemantau jentik (G1R1J).
"Jadi pemberantasan sarang nyamuk terutama nyamuk dengue ini kita bekerjasama antar lintas sektor," ujarnya.
| Harga Singkong Naik tapi Petani Pilih Beralih ke Jagung, Cuan hingga Rp40 Juta |
|
|---|
| Patroli Polres Pringsewu Lampung Susuri Pusat Perbelanjaan dan Wisata Kuliner |
|
|---|
| Zulhas: Sekarang Petani Panen Harus Dibeli Rp 6.500, Kalau Tidak Akan Diperiksa. |
|
|---|
| Sudah Disalurkan 40 Persen, Zulhas: Jalur Distribusi Pupuk di Lampung Tidak Lagi Rumit |
|
|---|
| Zulhas Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Dipangkas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/41-Warga-Lampung-Barat-Terjangkit-DBD.jpg)