Berita Lampung
Kisah Pilu Satpam dan OB RSUD Ryacudu Kotabumi yang Belum Digaji 2 Bulan
Hingga menjelang datangnya bulan suci Ramadan, satpam dan office boy di rumah sakit milik Pemkab Lampung Utara itu belum menerima gaji.
Penulis: Yogi Wahyudi | Editor: Daniel Tri Hardanto
Kisah Pilu Satpam dan OB RSUD Ryacudu Kotabumi yang Belum Digaji 2 Bulan
Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Kisah pilu dialami pegawai outsourcing yang bekerja di RSUD Ryacudu, Kotabumi, Lampung Utara.
Hingga menjelang datangnya bulan suci Ramadan, satpam dan office boy di rumah sakit milik Pemkab Lampung Utara itu belum menerima gaji.
Bahkan, gaji mereka selama dua bulan belum dibayarkan.
Sementara gaji yang diterima hanya Rp 2 juta per bulan, jauh di bawah UMK Rp 2,716 juta.
Gaji pekerja yang berasal dari perusahaan outsourcing PT Hulu Balang Mandiri (HBM) itu juga dipotong sebesar 30 persen.
Dari yang seharusnya Rp 2 juta, mereka hanya menerima Rp 1,4 juta atau berkurang Rp 600 ribu per orang.
Selain itu, mereka juga tidak memiliki jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan dan JKN-KIS.
Ada beberapa yang memiliki BJPS Kesehatan, namun iurannya berasal dari kantong pribadi.
Bahkan, office boy diperbantukan sebagai tukang parkir.
Saat dikonfirmasi, Manajer Operasional PT Hulu Balang Mandiri Dede tak menyangkal persoalan itu.
Ia menjelaskan, saat ini perusahaannya terkendala pembayaran dari pihak RSUD.
"Kalau untuk gaji itu telah disepakati dengan seluruh karyawan. Satpam maupun OB, awalnya 10 penjaga keamanan harus dikurangi menjadi 7. Namun saat ini masih bertahan 10 orang, jadi sesuai kesepakatan gajinya dikurangi," ungkapnya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (8/3/2024).
Hal serupa juga terjadi pada OB yang diperbantukan di areal parkir.
Ia mengaku, hal ini telah sesuai mekanisme serta dikoordinasikan dengan Dinas Tenaga Kerja atau pihak terkait lain di Bandar Lampung.
"Karena kita di Bandar Lampung, koordinasi dengan instansi terkait. Dan itu telah dilakukan, karena pendapatan kurang memadai diambillah sikap tersebut," paparnya.
"Kalau dikatakan benar, itu tidak juga. Namun kondisinya tidak memungkinkan, dan ini telah disepakati bersama," sambungnya.
Ia mengakui, penundaan gaji merupakan hal yang salah.
"Itu salah, tapi kita sudah beberapa kali dijelaskan ke kawan-kawan kita memang sudah tidak mempunyai kemampuan membayar," ucapnya.
Pihaknya mengaku, jika saat ini sedang mengupayakan pembayaran gaji dengan cara melakukan pinjaman.
"Kita sedang melakukan upaya-upaya dengan mengajukan pinjaman untuk penalangan gaji. Tapi kita juga mau memastikan dulu pihak rumah sakit seperti apa ke depannya," ungkapnya.
Ia menyebutkan, kontrak para pekerja tetap berjalan meskipun tidak dilakukan perpanjangan.
"Selama kontraknya berjalan, kontrak itu berlanjut," singkatnya.
Bahkan, pihaknya juga mengungkapkan, jika tidak adanya BPJS Ketenagakerjaan lantaran tidak adanya pengajuan dari pihak rumah sakit sejak awal.
"Untuk kerja sama rumah sakit, memang tidak menyertakan BPJS Ketenagakerjaan itu," pungkasnya.
Sementara itu, Tribunlampung.co.id belum bisa mendapatkan keterangan dari pihak RSUD Ryacudu.
(Tribunlampung.co.id/Yogi Wahyudi)
| Kasus TPPO, Dipaksa Kerja Terapis Pijat Dua Siswi SMP Lampung Diimingi Dibelikan Motor |
|
|---|
| Gubernur Dorong Penerbangan Langsung Lampung-Kuala Lumpur, Dongkrak Wisata dan Umrah |
|
|---|
| Golkar Tolak Anggaran Renovasi Gedung DPRD Lampung Tengah Rp 10 Miliar |
|
|---|
| TransNusa Jajaki Rute Lampung–Kuala Lumpur |
|
|---|
| Jemaah Haji Lampung Sudah Tiba di Mekkah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Satpam-RSUD-Ryacudu-Kotabumi-Belum-Digaji.jpg)