Pemilu 2024

Wapres Maruf Amin Minta Pro Kontra Sirekap Selesaikan di Bawaslu atau MK

Wakil Presiden Ma'ruf Amin turut menanggapi soal pro dan kontra hilangnya tampilan Sirekap dan minta selesaikan di Bawaslu atau MK 

Editor: Tri Yulianto
Tribunnews.com
Wakil Presiden Ma'ruf Amin turut menanggapi soal pro dan kontra hilangnya tampilan Sirekap dan minta selesaikan di Bawaslu atau MK  

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - KPU RI telah mengubah tampilan Sirekap dengan menghilangkan diagram serta data digantikan foto formulir C hasil dari tiap TPS. 

Hasilnya data dan jumlah perolehan suara Pemilu 2024 secara keseluruhan menjadi tidak ada hingga memicu pro kontra terhadap Sirekap ini. 

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan bahwa Sirekap bukan hasil akhir dari Pemilu 2024 dan untuk pro kontra disarankan selesaikan di Bawaslu atau MK.

Diketahui sejak Selasa (5/3/3024) malam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengubah tampilan situs pemilu2024.kpu.go.id.

Hasilnya terjadi perubahan diagram perolehan suara Pilpres dan Pileg 2024 dalam real count atau hitungan nyata Sistem Rekapitulasi Suara (Sirekap).

Diagram Sirekap kini telah dihilangkan oleh KPU dan hanya bisa diakses untuk melihat menu wilayah saja.

Menanggapi hilangnya grafik Sirekap ini, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan bahwa Sirekap bukan hasil akhir dari Pemilu 2024.

Nantinya hasil Pemilu 2024 ini akan diumumkan secara resmi oleh KPU.

"Masalah Sirekap saya kira itu bukan menunjukkan hasil daripada Pemilu itu ya, hasilnya itu nanti."

"Pengumuman resminya itu nanti kalau sudah diresmikan oleh KPU," kata Ma'ruf Amin dikutip dari video keterangan persnya di Tangerang, Banten, Kamis (7/3/2024).

Ma'ruf Amin menambahkan, jika ditemukan suatu masalah dalam Sirekap ini, masyarakat masih bisa mengungkapkan ketidakpuasan dan ketidakpercayaannya.

Karena dalam undang-undang telah diatur mekanismenya.

Seperti melalui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atau melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

"Tapi kalau ada masalah, saya kira bisa dilakukan seperti yang sudah ada mekanismenya."

"Mekanisme misalnya ketidakpuasan, ketidakpercayaan, itu kan ada jalurnya."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved