Berita Lampung

Kebutuhan Daging Ayam di Lampung Selama Ramadan Diprediksi Capai 7.186 Ton

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Lampung memprediksi kebutuhan ayam broiler atau daging ayam di Provinsi Lampung sekira 7.186 ton selama R

Penulis: Agustina Suryati | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Agustina Suryati
Penjual daging ayam di Bandar Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Lampung memprediksi kebutuhan ayam broiler atau daging ayam di Provinsi Lampung sekira 5.988.685 ekor atau sekira 7.186 ton selama Ramadan.

"Kebutuhan daging ayam memang lebih banyak dari kebutuhan daging sapi yang sekira 12.575 ekor atau 2.281 ton," ujar Lili Mawarti, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Selasa (12/3/2024).

Terkait stok, berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, ketersediaan daging ayam boiler yang ada di Provinsi Lampung relatif aman.

Diketahui Provinsi Lampung saat ini memiliki ketersediaan pangan untuk kebutuhan daging ayam sebanyak 8.175.521 ekor atau sekira 9.811 ton.

Diketahui harga ayam broiler di tingkat produsen pada bulan Januari 2024 relatif stabil.

Namun mulai mengalami kenaikan harga pada minggu ke-2 hingga ke-4 bulan Februari tahun 2024 hingga mencapai Rp 22 ribu per kilogram.

Pihaknya memberi penjelasan bila hal ini disebabkan oleh kenaikan harga biaya bahan pakan terutama jagung di tingkat nasional mencapai Rp 9 ribu per kilogram.

Meskipun harga di tingkat produsen semakin meningkat, harga produsen ayam broiler di Provinsi Lampung saat ini masih berada dibawah harga acuan produsen yang telah ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) yaitu sebesar Rp 21 ribu sampai Rp 23 ribu per kilogram.

Selain itu harga telur juga pada bulan Januari pada minggu 1 sampai 3 relatif stabil Rp 24.695 per kilogram. 

Kenaikan harga dimulai pada minggu ke-4 bulan Januari Rp 24.960 per kilogram hingga bulan Februari minggu ke-4  Rp 26 ribu per kilogram diatas harga acuan Rp 24 ribu per kilogram.

Harga telur pada awal bulan Maret 2024 pun saat ini telah menyentuh harga Rp. 30 ribu per kilogram.

Hal ini disebakan oleh karena menurunnya produksi telur dikandang sebagai dampak dari cuaca (panas dan dingin) dan tingginya harga pakan (jagung).

Sedangkan ditingkat konsumen permintaan meningkat terutama pedagang kue menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H sedangkan produksi dikandang menurun.

"Untuk menjaga kestabilan harga,dan pasokan ayam broiler serta telur ayam ras di Provinsi Lampung, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung akan berkoordinasi dengan perusahaan pakan dan pemerintah pusat tentang alternatif subsidi pakan jagung untuk peternak ayam broiler seperti yang telah berjalan untuk peternak ayam petelur," katanya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved