Berita Lampung

DPRD Lampung Tengah Desak Dishub Cabut Izin Andalalin Proyek PT Angel Yeast

Dishub diminta tidak ragu mencabut izin Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) jika pelanggaran di lapangan terus dibiarkan. 

Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
CECERAN TANAH - Kondisi jalan raya jalur aktivitas pengangkutan material pembangunan pabrik PT Angel Yeast Budi Indonesia di Kampung Terbanggi Besar, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah dikeluhkan warga, Sabtu (18/4/2026). (Dok Warga) 

 

Ringkasan Berita:
  • DPRD Lampung Tengah desak Dishub cabut izin Andalalin proyek PT Angel Yeast. 
  • Jalan licin akibat lumpur truk picu belasan kecelakaan. 
  • Elsan Tomi Sagita minta inspeksi dan tindakan tegas. 
  • Warga keluhkan debu dan jalan becek. 
  • Perusahaan dinilai abai standar keselamatan.

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Dinas Perhubungan (Dishub) diminta tidak ragu mencabut izin Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) jika pelanggaran di lapangan terus dibiarkan. 

Desakan itu menguat seiring meningkatnya risiko keselamatan pengguna jalan akibat aktivitas proyek pembangunan pabrik PT Angel Yeast Budi Indonesia di Kampung Terbanggi Besar, Lampung Tengah. 

Ancaman pencabutan izin dinilai sebagai langkah tegas yang perlu diambil bila perusahaan tidak menunjukkan itikad memperbaiki dampak operasionalnya.

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Elsan Tomi Sagita, menilai kondisi di lapangan sudah melampaui batas toleransi. 

Ia menegaskan bahwa Dishub harus segera turun melakukan inspeksi langsung, bukan sekadar menunggu laporan. 

“Ini bukan sekadar keluhan warga, ini sudah menyangkut keselamatan publik. Kalau perusahaan tidak mampu mengelola dampak operasionalnya, untuk apa izinnya dipertahankan?” tegasnya, Sabtu (18/4/2026).

Sorotan muncul setelah jalan utama di kawasan tersebut berubah menjadi titik rawan kecelakaan. 

Ceceran tanah dari truk proyek membuat permukaan aspal licin, terutama saat terkena air. Dalam beberapa waktu terakhir, lebih dari sepuluh pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh akibat kondisi tersebut.

Elsan menyebut peringatan yang sebelumnya diberikan tidak membuahkan hasil. 

Ia justru melihat adanya indikasi pembiaran karena kondisi jalan semakin memburuk. 

“Kalau sudah diingatkan tapi tidak ada perubahan, berarti ada yang salah dengan komitmen mereka terhadap keselamatan,” ujarnya.

Dari sisi warga, situasi ini digambarkan semakin mengkhawatirkan. Jalan yang setiap hari dilalui berubah menjadi “jebakan” yang membahayakan, terutama bagi pelajar dan pekerja. 

Dani, warga setempat, mengatakan upaya penyiraman yang dilakukan tidak menyelesaikan masalah. “Penyiraman itu bukan solusi, malah memperparah. Jalan jadi becek dan makin berbahaya, apalagi untuk anak sekolah,” katanya.

Kemarahan warga memuncak setelah beredar video yang memperlihatkan seorang pria dan anak kecil terjatuh akibat jalan licin. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved