Ramadan

Penyebab Amal Sia-sia

Bukhori, S.HI, Pengurus Badan Kesejahteraan Masjid Kabupaten Way Kanan, Lampung jelaskan amalan sia-sia karena iri hati.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Tri Yulianto
Istimewa
Bukhori, S.HI Pengurus Badan Kesejahteraan Masjid Kabupaten Way Kanan Lampung jelaskan amalan sia-sia. 

Bukhori, S.HI
Pengurus Badan Kesejahteraan Masjid Kabupaten Way Kanan, Lampung 

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, bulan dimana setiap muslim berusaha untuk meningkatkan amal ibadahnya. 

Bukan tanpa alasan, karena memang di dalam bulan Ramadan sudah dijelaskan oleh banyak hadis tentang banyaknya fadhilah keutamaan bulan Ramadan dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain dan pahala ibadah yang dilakukan didalamnya. 

Terlebih puncaknya ada pada malam Lailatul Qodar, dimana Alquran telah menjelaskan nilai ibadah yang dilakukan pada malam tersebut setara dengan ibadah seribu bulan. 

Semangat ibadah ini sangat penting bagi setiap muslim, bukan hanya pada saat memasuki Ramadan, terlebih lagi semangat ini harus terus kita tingkatkan dan terus kita jaga selamanya hingga akhir hayat. 

Tentu untuk menggapai kesempurnaan sebuah ibadah tidak hanya membutuhkan semangat saja, banyak faktor pendukung yang harus ada. 

Dalam setiap ibadah baik yang bersifat Mahdlah dan ibadah Ghairu Mahdloh selalu memuat unsur syarat dan rukun yang harus terpenuhi, adanya perkara yang membatalkan, dan perkara yang mengurangi nilai dalam ibadah tersebut dihadapan Allah SWT. 

Maka ilmu tentang syarat, rukun dan perkara yang berkaitan tentang suatu ibadah itu menjadi sesuatu yang sangat penting dalam menjalankan ibadah. 

Sebab amal tanpa ilmu bisa menyebabkan kerusakan bahkan murkanya Allah SWT. 

Begitu juga kita dalam menjalankan puasa, dimana puasa Ramadan ini merupakan persembahan terbaik kita di bulan yang mulia ini, maka harus kita sajikan dan persembahkan kepada Allah SWT dalam intensitas dan kapasitas terbaik. 

Jangan sampai kita sudah merasa sempurna puasa kita tetapi karena keterbatasan pengetahuan kita tentang puasa, ibadah puasa kita menjadi sesuatu yang sia-sia dihadapan Allah SWT. 

Rasulullah SAW pernah bersabda kam min shoimin laisa lahu min shoumihi illa-l-ju’ wa-l-‘athos, yang artinya banyak orang yang telah melaksanakan puasa dibulan Ramadan, tetapi ia tidak mendapatkan nilai apapun dari puasanya kecuali rasa haus dan dahaga. 

Ada beberapa perkara yang dapat menggugurkan pahala suatu ibadah, yang mudah-mudahan ini bisa kita pedomani dalam menjalankan suatu Ibadah. 

Pertama sifat hasad atau iri hati, hasad adalah perasaan tidak senang terhadap nikmat yang diterima orang lain dan menginginkan hilangnya nikmat tersebut. 

Rasulullah telah menggambarkan bahaya sifat hasad ini dalam sebuah hadis bahwa sifat hasad bisa menghanguskan amal kebaikan sebagaimana api yang menghanguskan kayu bakar. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved