Berita Lampung

Melihat dari Dekat Pembuatan Tapis di Desa Kebagusan Pesawaran

Terlebih lagi pada bulan Ramadan, ibu-ibu memanfaatkan waktu luang untuk mengerjakan pesanan dari kolektor, pembeli lokal, maupun luar daerah.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
Ibu-ibu di Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran sedang sibuk membuat kain tapis, Senin (18/3/2024). 

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Puasa di bulan Ramadan bukan berarti tidak bisa produktif.

Itulah yang dilakukan ibu-ibu di Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Mereka membuat kain dan selendang tapis untuk mengisi waktu luang di sela puasa Ramadan.

Terlebih lagi pada bulan Ramadan, ibu-ibu memanfaatkan waktu luang untuk mengerjakan pesanan dari kolektor, pembeli lokal, maupun luar daerah.

Salah satunya adalah Muhaini.

Perempuan paruh baya ini menjadi perajin tapis sebagai pekerjaan sampingan.

Bagi ibu rumah tangga seperti dirinya, kegiatan ini bisa menjadi berkah.

Muhaini mengaku, ada kalanya pesanan yang datang mendekati atau saat Ramadan.

Biasanya ia membuat kain tapis bersama tetangga di dekat tempat tinggalnya.

Pengerjaan kain tapis itu dimulai pukul 09.00 sampai 15.00 WIB.

Muhaini mengaku aktivitas ini sudah dilakukan sejak bertahun-tahun lalu.

Selain mengisi waktu luang, ia bisa mendapat penghasilan tambahan dari membuat selendang, peci, dompet, dan kain tapis.

“Selendang harganya Rp 50 ribu dan kain tapis untuk satunya bisa sampai Rp 600 ribu,” ungkapnya, Senin (18/3/2024).

Pengerjaan selendang tapis bisa memakan waktu tiga hingga empat hari.

“Kalau tapis yang bisa dikatakan lama. Paling lama bisa satu bulan,” ungkapnya.

Selain produktif, aktivitas juga bisa memperdalam kebersamaan serta melestarikan warisan budaya dan nilai-nilai spiritual.

(Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved