Berita Lampung
Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatan Flu Singapura
Penularan flu Singapura melalui kontak langsung melalui droplet saluran pernapasan, fekal-oral, air liur, feses, dan cairan vesikel atau sekret
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Indra Simanjuntak
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit yang sudah ada sejak tahun 1957.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, Sp.A(K) mengatakan, penyakit ini sering dikatakan orang-orang dengan flu singapura, karena pada tahun 2000 dan 2006 HFMD banyak terjadi di Singapura.
Ia mengatakan, HFMD merupakan penyakit yang sering terjadi setiap peralihan musim, dan penyakit ini sering dialami pada bayi dan balita usia kurang dari 5 tahun.
"Satu bulan lalu penyakit ini sempat meningkat," kata Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin ini dalam Seminar Media mengenai flu Singapura melalui zoom, Selasa (2/4/2024).
Seseorang bisa terkena penyakit ini karena tertular coxsackie virus dan enterovirus.
Penularan tersebut ada penularan kontak langsung melalui droplet saluran pernapasan, fekal-oral, air liur, feses, dan cairan vesikel atau sekret
Ada juga penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, mainan.
Gejala penyakit ini adalah munculnya lesi kulit di tangan kaki, dan mulut, karena memang penyakit ini merupakan kumpulan gejala tersebut.
Selain itu ada juga gejala hiperpireksia atau demam atau peningkatan suhu tubuh lebih dari 39 derajat celcius, malaise atau rasa kurang sehat, nyeri tenggorokan, dan kehilangan selera makan.
Penyakit ini tidak bisa dibiarkan karena berisiko menimbulkan penyakit meningitis.
Untuk mendiagnosis penyakit ini dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan tambahan seperti swab tenggorok dan feses.
Dokter juga akan melakukan diagnosis untuk penyakit lain yang mirip dengan penyakit ini, yaitu herpetic gingivostomatitis, sariawan, scabies, chickenpox (varicella), measles dan rubella.
Pengobatan penyakit ini dengan istirahat cukup, terapi simtomatik sesuai gejala klinis, dan antiseptik untuk daerah mulut, analgesik.
Immunoglobulin IV (IGIV) pada pasien imunokompromis atau neonatus, extracorporeal membrane oxygenation, intake oral cairan cegah dehidrasi, dan gizi yg mencukupi.
Penyakit ini bisa dicegah dengan menjaga higiene dan sanitasi lingkungan maupun perorangan dengan cara cuci tangan setelah berinteraksi dengan penderita
Desinfeksi peralatan makan, mainan, handuk yang mungkin terkontaminasi, dan asupan gizi yang baik.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)
| Pencuri Kabel PLN yang Tertangkap di Lampung Selatan Pernah Beraksi di Pringsewu |
|
|---|
| Perkuat Pencegahan TPPO, Desa Terbanggi Besar Didorong Jadi Filter Migrasi Aman Warga |
|
|---|
| Modus Bajuk Rayu dan Ancaman, Pelaku Lakukan Asusila ke Bocah di Lampung Tengah |
|
|---|
| Bau Menyengat dari Gedung Walet, Wabup Pringsewu Sidak Temukan Puluhan Ribu Bangkai Kelelawar |
|
|---|
| Polisi Masih Buru Pemilik Rumah yang Diduga Otak Jaringan Distribusi BBM Ilegal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Mengenal-penyakit-flu-Singapura-mulai-dari-penyebab-gejala-hingga-cara-mengobatinya.jpg)