Jasad Warga Lampung Tertahan di Kamboja
Warga Kalianda Lampung Selatan Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di Kamboja
Ahmad Jayani (36) warga Desa Taman Agung, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan diduga menjadi korban perdagangan orang di Kamboja.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Selatan - Ahmad Jayani (36) warga Desa Taman Agung, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan diduga menjadi korban perdagangan orang di Kamboja.
Berdasarkan keterangan sang bunda, Janah (60) korban ditawari kerja oleh seseorang asal Lampung Timur.
"Teman yang bawa dia itu namanya Hani orang Lampung Timur. Anak saya kan ngojek-ngojek gitu. Jadi pernah nganter dia berapa kali. Di situ mereka kenalnya kayaknya," ujar Janah, Minggu (2/6/2024).
"Pas bulan gini juga, tapi tahun kemarin. Dia (Hani) itu nawarin anak saya. Katanya dia mau berangkat lagi nih kesana (Kamboja). Katanya bulan 12 itu dia mau berangkat kesana lagi. Anak saya ini diajaklah," sambungnya.
Ia bercerita, saat itu anaknya izin pergi kerja ke Kamboja hanya 6 bulan saja.
"Terus anak saya ini pamit katanya mau ikut sama dia (Hani) mau ke kamboja. Kata dia (korban) nggak lama kok, kontraknya cuma 6 bulan aja. Makanya saya izinkan. Karena pikir saya 6 bulan itu kan, nggak lama. Nggak taunya dia di sana sakit. Nggak kebayang sama saya, dapat kabar kayak gini," ujarnya.
Ia mengatakan, anaknya bekerja di Kamboja sebagai scammer dan tidak pernah dibayar.
Bahkan, ia menyebut anaknya itu sering minta transfer uang kepada adiknya untuk beli makan.
"Tadinya mah dia ngomong sama saya itu kerjanya itu ngawasin situs judi online. Ternyata bukan, nggak taunya mah jadi scammer," ujarnya.
Setelah beberapa waktu, korban mulah mengeluhkan batuk.
"Dia nggak pernah cerita sakitnya apa. Dia ngomongnya cuma batuk. Saya sampai kasian sama dia. Saya suruh berobat. Tapi dia bilang nggak ada di sini buat beli obat. Temennya itu sempet ngomong ke saya. Dia itu (korban) nggak mau makan. Kerjaannya minum es aja," sambungnya.
Kabar terbarunya, Ahmad Jayani meninggal dunia di Kamboja, Sabtu (11/5/2024).
Akan tetapi, jasad Ahmad masih tertahan di Kamboja dan keluarga diminta uang Rp 124 juta agar jasadnya dapat dipulangkan ke Indonesia.
Namun, keluarga korban keterbatasan biaya hingga cuma bisa pasrah jika korban tidak bisa kembali.
"Jasadnya sudah 3 minggu di sana. Kami disuruh berangkat kesana. Katanya nanti ongkos, biaya makan dan penginapan dibayari. Saya diminta bawa satu orang, buat saksi," ujar ibu korban.
"Kami diberi batas waktu sampai sabtu (1/6/2024) kemarin buat menentukan siapa yang berangkat kesana. Tapi saya belum memutuskan. Saya berharap KBRI bisa membantu memulangkan jenazah anak saya. Soalnya nanti kalau kami mau ziarah ke makam korban gimana," tukasnya.
( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / Dominius Desmantri Barus )
| Kasus Scammer Asal Lampung Selatan Meninggal di Kamboja Bisa Masuk TPPO |
|
|---|
| Wasiat Terakhir Warga Lampung Selatan Sebelum Meninggal di Kamboja |
|
|---|
| Kerja di Kamboja hingga Meninggal, Warga Lampung Selatan Ternyata Tak Digaji |
|
|---|
| Teka-teki Tewasnya Warga Lampung Selatan di Kamboja, Ada Bekas Kemerahan di Perut |
|
|---|
| Kronologi Warga Lampung Selatan Meninggal di Kamboja, Sempat Jatuh di Kamar Mandi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Warga-Kalianda-Lampung-Selatan-Diduga-Jadi-Korban-Perdagangan-Orang-di-Kamboja.jpg)