Berita Lampung

Motor Warga Mogok Terobos Jalan Rusak bak Kubangan Kerbau di Lampung Tengah

Kerusakan motor itu dialami warga setempat bernama Lunik (39) di jalan Desa Trimulyo Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah.

Tayang:
dok.warga
Lunik saat mendorong motornya ketika mogok terendam air genangan di jalan Kampung Trimulyo Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Tengah - Motor warga mogok tepat saat melintasi kubangan air di jalan rusak bak kubangan kerbau.

Kerusakan motor itu dialami warga setempat bernama Lunik (39) di jalan Desa Trimulyo Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (29/6/2024).

Menurut Lunik (39), motornya macet karena terendam air saat melintasi jalan yang baru saja diguyur hujan.

"Seluruh jalan terendam air seperti sungai, keruh berwarna coklat, motor saya terperosok ke lubang yang dalam terus mogok," katanya sembari mendorong motor.

Lunik mengaku, kondisi jalan di kampungnya sudah bertahun-tahun seperti itu. 

Terlihat genangan air bercampur lumpur berwarna coklat menutupi seluruh jalan hingga sepanjang ratusan meter.

Menurutnya, kedalaman lubang ada yang se-mata kaki, bahkan ada yang lubangnya mampu merendam mesin motor bebek.

Dia mengatakan, saking rusaknya, jalanan seolah seperti tidak pernah diaspal sama sekali.

"Rusaknya dari tahun 2007, bayangkan sekarang sudah 2024, sedangkan aspal baru saja, kadang berapa hari sudah ada yang cacat," ujarnya.

"Sekarang ya seperti ini kondisinya, lebih ke arah sungai sih ini, bukan jalan," imbuh pria itu.

Dikatakan Lunik, jalan tersebut merupakan akses utama warga Lampung Tengah

Sebab, katanya, jalan itu jadi penghubung warga menuju PT Great Giant Pineapple (GGP).

Sejauh ini, jalan yang rusak kurang lebih sepanjang 5 km, namun sampai detik ini belum ada tindakan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah.

Dia mengaku sudah sering menyampaikan keluhan melalui berbagai forum kepada pihak - pihak yang memang katanya dari Pemda Kabupaten Lampung Tengah.

"Mungkin harus menunggu jalan ini menjadi sungai beneran baru dapat perhatian pemerintah," imbuhnya.

Lunik berharap ada perhatian dan tindakkan nyata dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah dan tidak sekedar janji - janji pada saat kampanye.

"Jangan sampai masyarakat berenang untuk bisa melintasi jalan ini pak, tolong dibenahi kondisi seperti ini," tutupnya. (TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved