Berita Lampung

Petani Kopi Lampung Barat Waswas Gara-gara Teror Gajah 

Sejumlah petani kopi di Kecamatan Suoh, Lampung Barat mulai waswas akibat keberadaan kawanan gajah liar yang kembali mendekati permukiman.

Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: soni
Dokumentasi satgas
Ilustrasi - Kawanan gajah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Barat - Sejumlah petani kopi di Kecamatan Suoh, Lampung Barat mulai waswas akibat keberadaan kawanan gajah liar yang kembali mendekati permukiman.

Kawanan gajah liar baru-baru ini telah mendekati permukiman dan kebun kopi warga yang ada di Pekon Sidorejo, Kecamatan Suoh.

Pembina Satgas Konflik Gajah Sugeng Suoh dan BNS, Sugeng Hari Kinaryo Adi mengatakan, saat ini petani kopi di wilayah itu tak tenang dalam beraktivitas di kebun karena gajah.

”Petani di Kecamatan Suoh, khususnya yang ada di Pekon Sidorejo dan sekitarnya merasa waswas saat melakukan aktivitas di kebun,” ujarnya, Minggu (30/6).

“Hal itu dikarenakan adanya teror gajah, apalagi mereka sulit dipantau. Akibatnya kini laju perekonomian masyarakat terhambat,” terusnya.

Kondisi diperparah dengan kerusakan pada GPS Collar yang terpasang di dua dari 18 ekor gajah liar di Suoh dan BNS itu.

Sehingga proses pemantauan lokasi dan pergerakan satwa berbadan tambun tersebut hanya bisa dilakukan pemantauan secara manual.

”Sebenarnya pemantauan kami lakukan melalui aplikasi yang terhubung pada GPS Collar yang terpasang di dua ekor gajah,” ungkapnya.

“Tapi belakangan ini tidak aktif dan kami kesulitan untuk memantau dalam waktu 1x24 jam. Pemantauan hanya bisa dilakukan langsung ke lapangan,” terusnya.

Sugeng berharap pihak terkait dapat segera memperbaiki GPS Collar yang terpasang pada dua gajah itu.

Sebab menurutnya, hal itu sangat diperlukan untuk memudahkan satgas dan masyarakat memantau posisi gajah.

”Tentu keberadaan GPS Collar sangat diperlukan bagi satgas dan masyarakat, karenanya kami berharap perbaikannya bisa dilakukan,” harapnya.

“Sehingga bisa kembali aktif dan memudahkan Satgas dan masyarakat untuk memantau posisinya,” pungkasnya.

Sebelumnya, kawanan gajah liar berjumlah 18 ekor kembali masuk ke permukiman warga Kecamatan Suoh.

Kali ini, kawanan gajah liar merusak rumah Amin, warga Pekon Sidorejo, Kecamatan Suoh, Kamis (27/6) pagi.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved