Kecelakaan di Lampung Barat

Polisi Bakal Periksa Sopir Bus Ranau Indah Kecelakaan Masuk Jurang di Lampung Barat

Kecelakaan bus Ranau Indah di Lampung Barat pada Rabu (3/7/2024) sore itu mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan 9 korban luka berat.

Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
dok.Polres Lampung Barat
Polisi bantu evakuasi korban kecelakaan bus Ranau Indah masuk jurang di Lampung Barat. Polisi bakan periksa sopir bus tersebut. 

Selain menimbulkan korban, lakalantas yang melibatkan bus Ranau Indah nopil BG 7134 V dan Honda Legenda tanpa nopol itu menimbulkan kerugian materil sebesar Rp 30 juta.

Adapun identitas korban di dalam bus yang mengalami luka berat yakni sopir bus Safarudin (35) warga Kota Batu Kecamatan Waruk Ranau Selatan, OKU Selatan, Sumsel.

Kondektur nis Juhroni (23) Desa Cikentrung Kec. Cadasari Kab. Pandeglang, Banten. Penumpang Oom (70) waega Margamulya Kecamatan Cileles, Lebak, Banten.

Mugni (73) waega Margamulya Kecamatan, Cileles, Lebak, Banten. Kadis Jumiatno (57) warga Simpang Sender Kecamatan, Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, OKUS, Sumsel.

Yusuf Ahmat Suhendra (15) warga Hanakau, Kecamagan Sukau, Lampung Barat, Lampung. Selamat (59) waega Simpang Sender Kecamatan BPR Ranau Tengah, OKUS, Sumsel.

Indah (25) warga Sungai Pinang Kecamatan Rambutan, Banyuasin, Sumsel. Agung Triatmojo (26) warga Pekon Gunung Sugih, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, Lampung.

Dalam hal ini, pihaknya telah memberi imbauan kepada masyarakat terutama pengendara agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan hati-hati.

“Kami mengimbau untuk seluruh masyarakat Lampung Barat agar lebih mengedepankan kehati-hatian ketika berkendara,” imbaunya.

“Tingkatkan kewaspadaan dini. Untuk kendaraan berpenumpang, sebelum pergi pastikan kendaraan dalam keadaan yang sehat dan aman,” tambahnya.

Kemudian, lanjut dia, masyarakat juga dituntut untuk selalu mentaati peraturan lalulintas yang ada ketika berada di jalan raya.

“Taati peraturan lalulintas. Dengan menaati itu semua, tentunya kita akan merasa aman dan resiko terjadinya lakalantas pun sedikit,” sebutnya.

Terakhir ia juga memberi pesan kepada masyarakat maupun pengendara agar selalu berdoa ketika ingin berpergian ke luar rumah.

Karena menurutnya, meski sudah berhati-hati, kejadian lakalantas seperti ini bisa terjadi kapan pun dan di mana pun.

“Walaupun kita sudah hati-hati, ada saja pasti orang lain yang lalai dan malah menyebabkan kecelakaan,” ucapnya.

“Maka dari itu kita juga harus selalu berdoa kepada Tuhan agar selalu diberikan perlindungan di mana pun dan kapan pun,” pungkasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved