Berita Lampung
Diskes Metro Targetkan Anak-anak Divaksin Polio pada Pekan Imunisasi Nasional
Dinas Kesehatan atau Diskes Metro akan melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) pada 23 Juli 2024 mendatang.
Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Metro - Dinas Kesehatan (Diskes) Metro akan melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) pada 23 Juli 2024 mendatang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunlampung.co.id dari Diskes Metro, kegiatan PIN Polio tersebut akan dilaksanakan selama dua pekan, dan diperuntukan untuk anak-anak usia 0 sampai 7 tahun.
Sekretaris Diskes Metro, Achmad Redho Akbar mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat persiapan perihal pelaksanaan PIN Polio pada 23 Juli 2024.
"Dengan fokus pada PIN pekan imunisasi nasional yang akan dilaksanakan tanggal 23 Juli imunisasi dasar PIN polio, maka diharapkan rapat yang dilaksanakan dapat mengevaluasi seluruh kegiatan yang sudah berjalan selama setahun," ungkap dia, Kamis (11/7/2024.
"Sehingga nantinya PIN yang dilakukan ke depan akan terus bergerak bekerjasama dengan kecamatan dan pihak lainnya," sambungnya.
Redho (sapaannya) juga menyebut, terdapat beberapa penyakit tidak menular yang mendominasi di Metro.
Di antaranya yaitu diabetes, hipertensi, jantung, dan kanker.
"Untuk percepatan pencapaian target indikator program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) seperti hipertensi, diabetes, kanker serviks, dan kesehatan jiwa, diperlukan inovasi untuk menjangkau sasaran deteksi dini penyakit tidak menular," tukasnya.
Menurutnya, Kementerian Kesehatan telah berkomitmen untuk melakukan transformasi sistem kesehatan Indonesia pada 6 pilar transformasi penopang sistem kesehatan Indonesia.
"Yaitu transformasi Layanan Primer, Layanan Rujukan, Sistem Ketahanan Kesehatan, Sistem Pembiayaan Kesehatan, SDM Kesehatan, dan Teknologi," bebernya.
Maka, lanjut dia, diperlukan percepatan dengan mengedepankan proses pemberdayaan masyarakat melalui Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM).
"Dengan itu juga terdapat 3 indikator yang capaiannya masih rendah, dan perlu percepatan yaitu cakupan penemuan, dan pengobatan kasus TB, persentase orang dengan risiko terinfeksi virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia yang mendapatkan skrining HIV," terangnya.
"Serta persentase Kabupaten Kota dengan insiden rate DBD kurang dari 10 per 100 ribu penduduk," jelasnya.
Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Metro, Verawati menilai perlu adanya optimalisasi yang dilakukan setiap tahun untuk pencegahan dan pengendalian penyakit menular maupun tidak menular.
"Kita juga akan melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja dari penyakit menular dan tidak menular di Kota Metro," kata Verawati.
"Kemudian juga akan melakukan penguatan komitmen kita bersama untuk menindaklanjuti terhadap preventif, responsif, penyakit, dan deteksi dini di Kota Metro," tuturnya.
(Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary)
| Eks Karutan Sukadana Jalani Proses Hukum, AG Juga Terjerat TPPU Saat Berdinas di Kaltim |
|
|---|
| KAI Divre IV Tanjungkarang Apresiasi Polisi Ungkap Pencurian Bantalan Rel di Way Kanan |
|
|---|
| Pergi Takziah, Wanita di Bandar Lampung Kehilangan Motor |
|
|---|
| Hadapi El Nino Godzilla, DPRD Lampung Akan Panggil Dinas Ketahanan Pangan |
|
|---|
| Tes Kemampuan Akademik Siswa di Lampung Jadi Indikator Seleksi Jalur Prestasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Sekretaris-Diskes-Metro-Achmad-Redho-Akbar.jpg)