Berita Terkini Nasional

Satu Keluarga Tewas Tertabrak Kereta Api di Sumut, Putri Bungsu Histeris Sambut Enam Jenazah

Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Ramses Manulang (52) di Dusun Srimulya B, Desa Sumberejo, Pagar Merbau, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Editor: Teguh Prasetyo
TRIBUN MEDAN/INDRA
KORBAN KECELAKAAN - Isak tangis sambut kedatangan enam jenazah korban kecelakaan dan tabrakan kereta api di Desa Sumberjo, Kecamatan Pagar Merbau, Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (21/7/2024). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SUMATERA UTARA - Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Ramses Manulang (52) di Dusun Srimulya B, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Ramses dan lima anaknya meninggal tertabrak kereta api di Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (21/7).

Tangis histeris pecah saat enam jenazah tiba di rumah duka.

Tangisan Setia Manulang (14), anak bungsu korban terdengar paling kencang.

Meski tidak banyak mengeluarkan kata-kata, namun tangisannya terdengar meraung.

Wajahnya tampak sembab. Beberapa tetangga tampak menguatkannya.

"Sabar ya kau boru (anak perempuan, red)," peluk para tetangga.

Setia yang masih kelas 1 SMP itu tidak mau jauh dari peti jenazah ayah dan abangnya yang ditempatkan di ruang tengah.

Ia terlihat menangis setiap jenazah dibuka dari peti.

Setia merupakan anak bungsu Ramses dan Herawati Manurung (51). Pada saat kejadian, Setia tidak ikut rombongan yang mau jalan-jalan ke Medan dan memilih tinggal bersama bibik dan sepupunya.

Di dalam rombongan hanya ada bapak beserta ibu dan juga 2 kakak perempuan dan 3 kakak lelakinya.

Dan pada kecelakaan tersebut, hanya sang ibu yang selamat dan masih dirawat di rumah sakit.

Sementara bapak bersama lima saudaranya tewas di tempat.

Suminah, tetangga korban mengaku kalau satu keluarga yang tewas dikenal sangat baik di kampung.

Meski bukan warga asli atau merupakan pendatang, namun keluarga Ramses dikenal guyup dengan tetangganya.

Makanya para tetangga tampak bejibun berdatangan melayat ke rumah duka.

"Paling baru sekitar 4 tahun mereka di sini, tapi sama kami ya baik kali lah. Ramah orangnya. Kami suku Batak dan Jawa di sini akrab semua," ujar Suminah saat berbincang dengan Tribun Medan, Minggu (21/7/2024).

Ia mengatakan, Ramses dan istrinya punya usaha jual barang perabotan rumah tangga di Plaza Deli Mas, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Mereka juga dikenal baik lantaran kerap membantu warga untuk membeli barang dengan mencicil.

"Mereka katanya mau ke Medan, karena anaknya si David dan Yohanes baru datang," sebut Suminah.

Dijelaskannya, David selama ini kuliah di Yogyakarta, sementara Yohanes kuliah di Jambi.

Keduanya baru tiba di rumah pada Jumat lalu.

"Mau bawa jalan-jalan anaknya ke Medan karena baru sampai. Mamaknya ini pun baru pulang dari Jambi menjemput anaknya karena libur kuliah," imbuh Suminah.

Kecelakaan terjadi di jalan perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang terletak di perbatasan Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam, dengan Desa Sumberjo, Kecamatan Pagar Merbau, Deli Serdang.

Satu keluarga itu pergi dengan menumpangi mobil Toyota Rush hitam BK 1496 MAA.

Para korban baru pulang dari gereja. Setelah itu mereka pulang ke rumah dan ganti baju, lalu berangkat lagi.

Di mobil ada tujuh orang yakni Ramses dan Herawati serta lima anaknya; Gabriela Manulang (28), Sarah Manulang (26), Yohanes Manulang (24), David Manulang (22), dan Niko Manulang (20).

"Sopirnya Ramses. Sekitar jam 12.30 kejadiannya," ucap Wagiso tetangga korban lainnya.

Adapun jarak antara rumah korban dengan lokasi kejadian hanya berkisar 200 meter. Saat itu mereka dari arah Desa Sumberjo mau ke arah Desa Pagar Jati.

"Kalau kereta apinya dari arah Labuhan Batu menuju Kota Medan. Enam tewas dan satu luka-luka dalam kejadian ini," kata Kasat Lantas Polresta Deli Serdang, Kompol Budiono.

Mobil korban terpental 30 meter dari titik pertama mobil dan kereta api bertemu. Mobil masuk ke areal persawahan.

PT KAI Drive I SU membenarkan kecelakaan tersebut.

"Betul telah terjadi tabrakan pada KA U51A Sribilah Utama (Rantauprapat-Medan) dengan mobil di KM 33+800 petak jalan antara Stasiun Perbaungan - Stasiun Lubuk Pakam, Minggu (21/7), pukul 12.24 WIB," ujar Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut, Anwar Solikhin.

"Berdasarkan keterangan dari crew kereta api bahwa mobil melintas di perlintasan tidak terjaga saat KA akan melintas. Secara berulangkali masinis sudah membunyikan klakson lokomotif, namun tidak diindahkan," jelasnya.

Disampaikan Anwar, dari kejadian tersebut seluruh penumpang dan crew KA U51 Sribilah Utama selamat, sedangkan enam penumpang mobil meninggal dunia.

"PT KAI menyampaikan belasungkawa dan duka yang mendalam kepada seluruh korban," pungkasnya. (tribunnetwork)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved