Telkomsel Bangun 260 Ribu Lebih BTS di Indonesia

PT Telekomunikasi Seluler atau yang disebut Telkomsel mengklaim telah membangun lebih dari 260 ribu Base Transceiver Station atau BTS.

Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho. 

“Semoga kita solid dalam mengembangkan tujuan bersama, dalam hal digitaliasi untuk masyarakat dengan adil,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam upaya menjaga lingkungan, Telkomsel juga telah meluncurkan program yang bernama Telkomsel Jaga Bumi.

Isu lingkungan saat ini menjadi sebuah perhatian besar bagi perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia tersebut.

Diketahui, program itu merupakan bagian dari komitmen Telkomsel terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) yang selama ini telah digalakan di Indonesia.

Vice President Corporate Communications Telkomsel, Saki H Bramono mengatakan, program Telkomsel Jaga Bumi ini telah diluncurkan sejak tahun 2020 lalu.

Gerakan ini digalakan oleh Telkomsel dengan fokus utama yaitu untuk mengurangi limbah plastik yang digunakan untuk menunjang keperluan provider tersebut.

“Telkomsel Jaga Bumi dimulai tahun 2020,” ujarnya pada kegiatan Media Gathering 2024 di Telkomsel Smart Office (TSO), Jakarta, Rabu (7/8/2024).

“Kami mengumpulkan semua limbah plastik yang kita pakai, lalu kita olah atau daur ulang menjadi barang kembali,” sambungnya.

Ia menyebut, Telkomsel telah mengolah kembali atau mendaur ulang limbah plastiknya menjadi produksian pavement blok sebanyak 75 ribu.

Selain itu, pihaknya juga mengumpulkan cangkang sekaligus sim card Telkomsel kemudian dikembalikan ke outlet-outlet di Indonesia.

Menurut Saki, semua provider di Indonesia tak terkecuali Telkomsel telah memproduksi limbah plastik yang sangat banyak.

“Sehingga timbullah niat kami membuat program Telkomsel Jaga Bumi ini untuk mengurangi limbah plastik,” jelasnya.

“Tidak hanya provider atau operator milik kita sendiri, kita juga membantu operator lain dalam mengolah limbah plastik,” terusnya.

Selain mengolah kembali limbah plastik, Telkomsel juga telah menanam sebanyak 15.060 ribu pohon di kawasan hutan mangrove yang ada di Indonesia.

Penanaman belasan ribu pohon itu mengajak pelanggan Telkomsel untuk menukarkan poin di aplikasi MyTelkomsel dengan satu pohon.

“Saya tidak menyangka, awareness (kepedulian pelanggan Telkomsel terhadap lingkungan sangat tinggi,” imbuhnya.

“Kegiatan penanaman belasan ribu pohon tersebut diperkirakan dapat menyerap setara 441,2 ton karbon dioksida,” tandasnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Bobby Zoel Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved