Berita Terkini Nasional

2 Truk Tabrakan Hebat di Tol Cipularang, Pengemudi Meninggal di TKP

Satu orang meninggal dunia usai kecelakaan maut terjadi di Ruas Jalan Tol Cipularang KM 91 B, yang melibatkan 2 unit truk kontainer dan tronton.

Tribun Jabar/Deanza Falevi
Kondisi truk kontainer yang alami kecelakaan maut di Ruas Jalan Tol Cipularang KM 91 B, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Rabu (2/10/2024). Satu orang meninggal dunia usai kecelakaan maut terjadi di Ruas Jalan Tol Cipularang KM 91 B, yang melibatkan 2 unit truk kontainer dan tronton. 

"Bapak Kapolres Boyolali alami luka (luka lecet pada kepala) dan syok akibat kejadian ini," bebernya.

Polisi saat ini masih menahan sopir truk bernama Budi Prastiko (40) untuk dimintai keterangan.

"Sopir lagi diperiksa di Ditlantas Polda Jateng," sambung Artanto.

Sementara Bribda Rio Risna Saputra yang merupakan ajudan Kapolres Boyolali menjadi salah seorang korban meninggal dalam kecelakaan tersebut.

Ia merupakan warga Kampung Ngadirejo, RT 01 RW 07, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo.

Dan almarhum dimakamkan di Makam Kampung Butuh, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo.

Korban meninggalkan ayah, ibu, serta nenek. Namun tidak hanya keluarga, duka yang mendalam juga dirasakan tetangga.

Apalagi anak tunggal pasangan Anang Widodo dan Aris Supriyanti itu rencananya dalam waktu dekat akan menikah.

Ibu Murjiono, salah satu tetangga mengatakan, korban sejak kecil dikenal sebagai pribadi yang baik, ramah, dan selalu menghargai orang tua.

"Anaknya baik sekali, anak-anak banyak yang suka," imbuhnya.

Dia mengaku juga mendapatkan informasi jika korban tak lama lagi akan segera melepas masa lajangnya.

Hanya saja dia tak mengetahui secara pasti calon istri dan waktu pernikahannya kapan.

"Kalau denger-denger itu 3-4 bulan lagi," ujarnya.

Sedangkan satu korban meninggal lainnya yakni Bripda Vabrillian Dean Artono. Korban merupakan warga Dukuh Asem Growong, Desa Sembungan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.

Korban merupakan anak pertama dan juga anak laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara.

Pemakaman dilangsungkan sekira pukul 14.00 WIB.

Jenazah dibawa menggunakan mobil ambulan, diiringi dua perwakilan keluarga untuk tabur bungan dan mobil kepolisian Polres Boyolali.

Sesaat tiba di kompleks makam, jenazah lalu segera dilakukan proses pemakaman dengan upacara kedinasan.

Prosesi tersebut dipimpin oleh inspektur upacara yakni Kapolsek Ngandong AKP Anton Indarto.

Pemakaman juga dihadiri oleh pihak keluarga almarhum, dan warga setempat.

Dalam pantauan TribunSolo.com, proses tersebut berlangsung secara khidmat.

Tampak rasa haru dari keluarga almarhum, terlihat dari wajah mereka.

Nampak sang ibunda, Suranti sampai harus ditopang oleh kerabat ketika mendekati makam putranya untuk menabur bunga.

Selain itu, sang ayah, Wartono meski mencoba tegar tapi raut wajahnya tetap memancarkan rasa kehilangan yang sangat mendalam.

Kedua adik perempuan Vabrillian, Vicella Kesya Galuh Irianti dan Aura pun juga nampak meneteskan air mata di samping makam sang kakak.

Di mata tetangganya, korban merupakan sosok yang aktif dan sopan semasa hidupnya.

Salah satu tetangga, Khoirudin mengatakan, bila almarhum merupakan sosok yang baik saat berada di lingkungan rumah.

"Tiyang (orang) e ramah, baik, rajin ibadah," ujar Khoirudin.

Ia menjelaskan, bila almarhum juga aktif saat di desa.

"Kalau ada kegiatan kumpulan-kumpulan di desa, dia pasti ikut," pungkasnya.

 
        Menaikan Omset Sepuluh Kali Lipat
Menaikan Omset Sepuluh Kali Lipat

( Tribunlampung.co.id / Fajar Ihwani Sidiq / TribunJabar.id )

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved