Polisi Gadungan Diringkus

Polisi Gadungan Rudapaksa dan Rampok Seorang Gadis, Pengamat: Terperdaya Penampilan

Pengamat menyebut polisi gadungan masih marak terjadi karena masyarakat masih mudah terperdaya dengan penampilan.

Penulis: Virginia Swastika | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Mukhammad Hendrik Apriliyanto dan Kanit PPa IPTU Edi Sabhara (kanan) hadirkan polisi gadungan Fadlurohman Naufal dalam konferensi pers di Mapolresta Bandar Lampung, Jumat (25/10/2024). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Seorang gadis dirudapaksa dan dirampok polisi gadungan asal Bandar Lampung.

Berkenalan lewat media sosial, sang gadis yang berasal dari Bandung itu diketahui terpincut oleh pelaku yang mengaku berpangkat Bripda.

Zainudin Hasan, akademisi Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung mengatakan kasus polisi gadungan memang masih marak hingga saat ini.

Modusnya pun cenderung sama, dengan pelaku memanfaatkan penampilan dan identitas palsu untuk menipu korban.

"Jadi memang zaman media sosial ya saat ini sering terjadi. Mungkin setiap tahun ada dan korbannya pun kadang-kadang bukan orang biasa, bahkan polisi atau polwan, mahasiswa, pekerja. Lagi-lagi modusnya adalah mengaku berkenalan sebagai anggota polisi, polisi gadungan," ujarnya ke Tribun Lampung.

Diungkapkan Zainudin, modus penampilan sebagai polisi terus mampu memperdaya korban karena masyarakat masih tergiur dengan penampilan luar.

"Karena masyarakat kita sampai saat ini masih sangat (memerhatikan) penampilan ya, seragam, pangkat, dengan mudahnya orang terperdaya dan terpercaya."

"Sampai dengan hari ini itu banyak orang yang menganggap jadi identitas tertentu itu membentuk namanya strata. Dengan dia menunjukkan pekerjaannya sebagai seorang polisi dari segi hukum mungkin dianggap aman, cukup."

"Kemudian dari sisi penampilan, mungkin terlihat keren dengan seragam dan pangkatnya, sehingga memancing para korban terutama wanita itu gampang terperdaya."

Nah ini yang sering sekali digunakan modus pada oknum laki-laki yang menyamar menjadi seorang polisi," tandasnya.

Selain itu, Zainudin juga berpendapat modus berpura-pura sebagai polisi ini memang cenderung masih begitu dipercayai oleh banyak orang sehingga menyebabkan kejadian serupa terus terjadi.

"Karena itu yang sepertinya gampang ya untuk saat ini bisa dipercaya oleh korban sehingga modus tersebut terus terjadi," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, nasib gadis asal Bandung melancong ke Bandar Lampung untuk bertemu pujaan hati malah jadi korban pidana.

Ternyata gadis Bandung tersebut diperdaya sejak sebelum sampai Bandar Lampung oleh pria yang pura-pura jadi polisi atau polisi gadungan.

Gadis Bandung tersebut berkenalan dengan pria asal Bandar Lampung melalui media sosial hingga menjalin hubungan asmara.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved