Berita Terkini Nasional
Berkali-kali Minta Maaf, Supriyani Tetap Diancam akan Dipenjarakan
Guru Supriyani tak kuasa menahan tangisannya saat duduk di hadapan hakim Pengadilan Negeri (PN) Andoolo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), K
Supriyani selaku terdakawa juga memberikan kesaksian dalam sidang.
Wanita yang sudah 16 tahun menjadi guru honorer itu mengungkapkan, telah meminta maaf ke Aipda WH dan keluarga.
Namun, permintaan maaf tersebut bukan karena memukul korban, melainkan kekurangannya selama menjadi guru.
"Saya sudah lima kali bertemu Pak Bowo (Aipda WH) dan setiap bertemu saya sampaikan minta maaf, kalau pernah bikin salah selama mengajari anaknya," tuturnya.
Supriyani masih membantah melakukan pemukulan ke anak Aipda WH.
"Karena setiap bertemu selalu disuruh minta maaf. Tapi saya tidak mau dibilang memukulinya anaknya karena itu saya tidak pernah lakukan," tegasnya.
Meski sudah meminta maaf, Aipda WH tetap memproses kasus pemukulan hingga memenjarakan Supriyani.
"Sempat ada kata-kata dari Pak Bowo saya tetap akan penjarakan kamu walaupun hanya sehari agar semua orang tau kalau kamu salah," ucapnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Detik-detik Suami Gerebek Istri dengan Pria Lain Dalam Kamar, Temukan Tisu Berbau |
|
|---|
| Siswi SMP Curiga Diikuti Sepulang Sekolah, Nyaris Dirudapaksa di Lorong Mbah Dukun |
|
|---|
| Surat Haru di Tas Bayi, “Mamah Arum dan Papah Bram, Tolong Rawat Adek” |
|
|---|
| Polisi Cari Orang Tua Pembuang Bayi Dalam Tas, Mapping Ibu Melahirkan di Bulan April |
|
|---|
| Keluarga Ikhlas, Rahmat Julianto Dimakamkan di Kamboja Seusai Meninggal di RS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Bidang-Propam-Polda-Sulawesi-Tenggara-Rabu-6112024.jpg)