Berita Lampung
Jelang Pilkada Lamsel Darurat Kasus Hipnotis, Polisi Imbau Warga Waspada dan Tak Mudah Percaya
Lampung Selatan darurat kasus hipnotis mengatasnamakan tim dari salah satu pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Teguh Prasetyo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Lampung Selatan darurat kasus hipnotis mengatasnamakan tim dari salah satu pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati.
Terbaru dua warga asal Katibung, Lampung Selatan, mengaku hampir jadi korban hipnotis dengan diiming-imingi uang dan lainnya dari salah satu calon bupati dan wakil bupati .
Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Ysurin pun mengimbau warga Lampung Selatan untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya jika ada orang yang tidak dikenal menawarkan sesuatu.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, saat ini sedang memasuki tahapan Pilkada dan tahun politik, sehingga banyak orang memanfaatkan momentum ini untuk bebuat kejahatan.
"Saya hanya bisa mengimbau kepada warga masyarakat Lampung Selatan untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya jika ada orang yang tidak dikenal menawarkan sesuatu," ujar Yusriandi, Selasa (12/11/2024)
"Jika ada seseorang atau sekelompok orang yang menawarkan bantuan atau semacamnya yang mengatasnamakan tim paslon atau cakada, jangan langsung mudah percaya. Di cek lagi, apakah benar atau tidak informasi tersbebut. Karena sekarang lagi musim politik, banyak orang yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan momen ini untuk kepentingannya pribadi," sambungnya.
Pihaknya juga sedang menyelidiki kasus-kasus hipnotis yang marak terjadi.
Lebih lanjut pihaknya memperketat patroli dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan, baik dari tingkat polsek, desa, kecamatan hingga ke kota.
Hal itu dilakukan untuk mempersempit gerak pelaku hipnotis tersebut.
Ia pun berharap kepada warga masyarakat Lampung Selatan, jika mendapati temuan kasus hipnotis atau menjadi korban, untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib.
Sebelumnya belum genap seminggu, ada dua kejadian hipnotis terjadi di wilayah Kalianda.
Pertama, kasus hipnotis seorang pegawai kasir di PDAM Tirta Jasa, Kalianda, Lampung Selatan bernama Wafa Aria Fardhadhia (24).
Ia dirampok dua orang tak dikenal di Jalan Cinta Komplek Pemda, Kelurahan Way Urang, Kalianda, Lampung Selatan, pada Senin (28/10/2024).
Lalu kejadian hipnotis kedua terjadi pada korban Sukeni (60), orangtua dari Idho Mai Saputra, wartawan Lampung Ekpose di Kalianda, Lampung Selatan.
Sukeni menjadi korban hipnotis, pada Kamis (7/11/2024) kemarin.
Kerugiannya dua gelang emas seberat 75 gram dan 40 gram dengan total kerugian kurang lebih Rp 173.995.000.
(tribunlampung.co.id/dominius desmantri)
| Massa Minta Polres Lamteng Bebaskan 3 Warga yang Ditahan Imbas Pelaku Curanmor Tewas |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Lampung Sabtu 18 April 2026, Mayoritas Wilayah Hujan |
|
|---|
| Polisi di Lampung Selatan Beberkan Kunci Keberhasilan Bongkar Pencurian Gerai ATM Mini |
|
|---|
| Lakalantas, Kakek-kakek Kemudikan Mobil Tabrak IRT di Natar Lampung Selatan |
|
|---|
| Nyawa Melayang Akibat Amuk Massa, Polisi di Lampung Tengah Ingatkan Bahaya Main Hakim Sendiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kapolres-Lampung-Selatan-AKBP-Yusriandi-Ysurin-imbau-warga-jangan-mudah-percaya.jpg)