UMKM Lampung

Batik Siger Manfaatkan Inovasi Digital, Bawa Kain Tradisional Lampung Dikenal Dunia

Batik Siger by Una, salah satu produk tradisional khas Lampung, kini telah mengalami transformasi besar berkat pemanfaatan teknologi digital.

Penulis: Virginia Swastika | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Virginia Swastika
Proses pembuatan Batik Siger by Una. 

Tribunlampung.co.id, Bandar LampungBatik Siger by Una, sebagai salah satu produk tradisional khas Lampung, kini telah mengalami transformasi besar berkat pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran dan desain.

Berawal dari usaha kecil yang dikelola oleh Laila Al Khusna, Batik Siger kini berhasil menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform digital seperti Shopee dan WhatsApp.

Debby Okta, bagian dari tim pemasaran Batik Siger, menceritakan bagaimana digitalisasi telah membantu meningkatkan penjualan dan memperkenalkan batik ke pasar global.

"Dari awal itu kami mencoba memasukkan proposal ke dinas, terus alhamdulillah makin banyak orang ke sini untuk jadi souvenir, seragam, atau untuk pribadi."

"Kita mulai gencar online di 2023, terutama di Shopee. Positif alhamdulillah terutama di Shopee. Paling banyak orang yang menghubungi kami lewat WhatsApp," ungkap Debby beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan bahwa pemasaran digital memungkinkan Batik Siger untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Debby juga mencatat bahwa konsumen yang tertarik dengan produk Batik Siger lebih banyak mencari kain batik untuk berbagai keperluan, seperti seragam sekolah dan souvenir.

"Printing itu harga Rp150, terus ada batik cap itu Rp250 itu batik tulis sendiri Rp450ribu-Rp10 juta," jelasnya.

Selain berfokus pada produk batik tradisional, Batik Siger juga terus berinovasi dengan menciptakan produk-produk fashion yang lebih modern, mulai dari baju-baju sulam hingga koleksi untuk fashion show.

"Sekarang inovasi sangat banyak sekali. Mulai dari sulam, baju-baju fashion show yang biasa sampai yang luar biasa," tambah Debby.

Batik Siger juga terus mendukung pelatihan untuk anak-anak disabilitas, yang telah berlangsung sejak awal berdirinya. 

"Kalau anak disabilitas sudah lama sekali, sebelum saya masuk, sudah ada. Sekarang mungkin ada 10 orang (pembatik)," katanya.

Melalui kolaborasi antara tradisi, inovasi, dan pemasaran digital, Batik Siger kini telah berhasil menarik perhatian pasar global. Terlebih mereka juga pernah beberapa kali pameran di luar negeri, seperti di Amerika Serikat dan Afrika.

(Tribunlampung.co.id/Virginia Swastika)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved