Berita Lampung

Warga Mesuji Lampung Ramai-ramai Santap Belalang Hama Tanaman Singkong

Semenjak kabar hama belalang menyerang tanaman singkong petani di Mesuji, warga berbondong-bondong ke lokasi untuk menangkap belalang.

Tribunlampung.co.id/M Rangga Yusuf
Petani singkong saat menangkap belalang. Warga Mesuji Lampung ramai-ramai santap belalang hama tanaman singkong. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Mesuji - Warga Mesuji, Provinsi Lampung ramai-ramai menangkap belalang hama singkong untuk dijadikan santapan.

Semenjak kabar hama belalang menyerang tanaman singkong petani di Mesuji, warga berbondong-bondong ke lokasi untuk menangkap belalang.

Ternyata di tengah musibah petani singkong tersebut menjadi berkah bagi warga lainnya karena belalang tersebut justru jadi sajian kuliner.

Bahkan warga yang berdatangan untuk menangkap belalang itu tidak hanya dari sekitar kebun singkong yang menjadi sasaran hama.

Melainkan dari luar daerah juga hadir untuk berlomba paling banyak menangkap belalang.

Bahkan tidak sedikit warga sekitar dan luar Kabupaten Mesuji datang untuk berburu belalang, Minggu (8/12/2024).

Warga setempat bernama Mukti mengaku, jika perburuan hama belalang menjadi sering.

"Sejak ramai ada kabar hama belalang yang rusak kebun singkong di kawasan Register 45 ini banyak warga yang memburunya termasuk saya," ujar Mukti saat diwawancarai.

Bahkan, kata dia, terdapat masyarakat dari luar daerah datang ke Mesuji untuk ikut berburu belalang.

Mukti menyebut, warga luar daerah yang dimaksud yakni berasal dari Kabupaten Tulangbawang dan Tulangbawang Barat.

"Yang datang itu tidak tanggung-tanggung ada yang bawa mobil juga rombongan," ucapnya.

Untuk mendapatkan hasil yang melimpah warga yang datang ke kebun bahkan membawa wadah galon sebagai tempat penyimpanan belalang.

Dijelaskan Mukti hasil tangkapan belalang itu akan diolah untuk jadi santapan, di antaranya dengan cara digoreng kering.

"Sebenarnya ini bukan makanan yang biasa tapi kami juga sering lihat di media sosial kalau ini bisa dimakan, jadi ya digoreng biasanya kami olah," ungkapnya.

Ditambahkan Mukti, hama belalang yang merusak kebun singkong tidaklah meluas hingga seluruh lahan singkong di Register 45.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved