UMKM Lampung
Tenun Ikat Lampung Jadi Andalan Baru Ical's Craft
Tenun ikat ini tidak hanya menjadi produk unggulan baru, tetapi juga membawa misi besar untuk memperkenalkan kembali budaya Lampung ke dunia.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung – Sudah bertahun-tahun berkarya di industri kerajinan tangan, kini Ical’s Craft miliki andalan baru.
Mereka mulai memproduksi tenun ikat Lampung.
Tenun ikat ini tidak hanya menjadi produk unggulan baru, tetapi juga membawa misi besar untuk memperkenalkan kembali budaya Lampung ke dunia.
Founder dan CEO Ical’s Craft, Ical Sungkai, menyebutkan bahwa tenun ikat Lampung adalah bagian penting dari warisan budaya yang perlu dilestarikan.
"Kalau saya sih sasaran utamanya lebih ngenalin budaya ya, nggak menargetkan penjualan sebenarnya."
"Saya pengen memperkenalkan Lampung, lebih ke sharing tentang budayanya sih karena produk etnik itu kan tertarik karena storynya," ujar Ical saat ditemui di mini factory miliknya, Sabtu (14/12/2024).
Dia menjelaskan Lampung sendiri ternyata memiliki tenun ikat, yang disebut dengan inuh.
Ical's Craft pun berusaha mengangkatnya kembali dengan mengembangkan motif-motif kuno yang sarat dengan nilai tradisional.
Adapun motif-motif yang digunakan pada tenun ikat Lampung terdiri dari motif lungsi yang vertikal dan motif pakan yang horizontal.
Ia juga menambahkan bahwa produknya ada pula yang menggunakan pewarna alami, seperti daun ketapang dan kulit mahoni, untuk memberikan sentuhan yang dekat dengan alam.
Produk ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 350 ribu hingga Rp1 juta, tergantung pada jenis kain dan teknik pewarnaannya.
"Mulai dari Rp 350 sampai Rp1 juta. (Ukuran) beda-beda ada 120x240, ada yang 110x210. Jadi khusus untuk tenun ikat lungsi, mungkin lebih panjang dan benangnya juga lebih besar," terangnya.
Meski begitu, bagi Ical, yang terpenting bukanlah angka penjualan, melainkan bagaimana tenun ikat Lampung dapat dikenal lebih luas, baik di dalam negeri maupun di mancanegara.
Hal ini juga berlaku untuk produk kerajinan tangan lainnya.
"Pameran di Lampung atau Jakarta kami nggak pernah nargetin omzet, sharing yang utama. Budayanya yang saya jual, bukan produknya," tegasnya.
Sejauh ini, Ical bercerita peminat dari kain tenun ikat Lampung ini cukup banyak meski produksinya dilakukan secara manual.
Banyak peminat yang memesan produk mereka dengan datang langsung ke galeri mereka yang terletak di Jalan Singosari No.3, Enggal, Kota Bandar Lampung, tetapi ada juga yang memesan lewat WhatsApp.
(Tribunlampung.co.id/Virginia Swastika)
| Berkah Ramadan, Amplop Lebaran Rp3 Ribu Buatan UMKM Lampung Tengah Laris Manis |
|
|---|
| Trifaa Cake dan Bakery, dari Hobi Jadi Usaha Kuliner Sukses di Bandar Lampung |
|
|---|
| Ting-Ting Jahe Suryatim, dari Dapur Rumahan Jadi Buah Tangan Favorit Wisatawan |
|
|---|
| Berbekal Video YouTube, Novi Hasilkan Olahan Ayam Salto Bermodalkan Rp 500 Ribu |
|
|---|
| Owner Takir Ketan Durian Kesulitan Dapatkan Bahan Baku Berkualitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Proses-pembuatan-tenun-ikat-by-Icals-Scraft-bc.jpg)