Santri Ponpes Dianiaya di Lampung

Warga Bongkar Tabiat Asli Terduga Penganiaya Santri Ponpes di Pesawaran Lampung

Warga di sekitar pondok pesantren ( ponpes ) di Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, Lampung, membongkar tabiat asli terduga pelaku penganiaya santri.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya
TKP yang menjadi lokasi penganiayaan bocah terlihat sudah terpasang garis polisi, Selasa (7/1/2025). Warga di sekitar ponpes di Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, Lampung, membongkar tabiat asli terduga pelaku penganiaya santri. Diketahui, seorang santri berinisial A diduga menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh seorang pengurus ponpes berinisial H. Peristiwa ini dilaporkan terjadi, Sabtu, (4/1/2025) sekira pukul 14.00 WIB. 

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Warga di sekitar pondok pesantren ( ponpes ) di Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, Lampung, membongkar tabiat asli terduga pelaku penganiaya santri.

Diketahui, seorang santri berinisial MRA diduga menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh seorang pengurus ponpes berinisial H. Peristiwa ini dilaporkan terjadi, Sabtu, (4/1/2025) sekira pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan pantauan Tribunlampung.co.id, Selasa (7/1/2025) di lokasi ponpes, tak ada kegiatan belajar mengajar daripada para santri.

Deni, tetangga korban sekaligus warga yang dekat dengan ponpes tersebut menyebut, aktivitas ponpes sudah tak lagi berjalan usai kejadian penganiayaan.

Dia menyebut, bocah SMP yang dianiaya oleh terduga pelaku berinsial H bukanlah santri dari ponpes yang dimilikinya tersebut.

“Korban ini juga bukan santri di ponpes ini,” ungkapnya kepada Tribun Lampung, Selasa (7/1/2025).

Deni juga mengungkapkan, santri yang belajar di ponpes ini hanya berjumlah enam orang.

“Bahkan santri yang belajar di ponpes ini tidak ada yang asli warga sini,” imbuh Deni.

Dari kejadian penganaiyaan itu, santri yang tinggal  telah meninggalkan ponpes untuk pulang ke rumah masing-masing.

“Sudah pulang semua dari hari Minggu kemarin,” ujarnya.

Sementara terduga pelaku saat ini masih belum ditangkap aparat kepolisian.

“Kalau untuk pelakunya sendiri informasinya masih diamankan ke rumah kerabatnya dan belum ditangkap,” kata Deni.

Deni menyebut, ponpes ini berdiri telah empat tahun lalu.

Kemudian, dia juga menyebut, terduga pelaku yang merupakan pemilik ponpes ini tidak ramah terhadap warga sekitar.

“Sombong lah begitu dengan masyarakat sini, sangat tertutup,” katanya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved