Berita Lampung
Lampung Satu-satunya Provinsi di Luar Jawa Dapat Vaksin PMK
Sebanyak 4 juta dosis vaksin pun disiapkan untuk tujuh provinsi dengan jumlah PMK yang tinggi, dimana enam ada di Jawa dan satu di Lampung.
Berdasar data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Lampung, ada dua peternakan yang hewan ternaknya terkonfirmasi terjangkit PMK.
Kabid Kesehatan Hewan Disnakkeswan Lampung Anwar Bahri mengatakan, hingga saat ini di Lampung sudah ada dua titik peternakan yang terkonfirmasi positif PMK. Masing-masing satu peternakan di Lampung Tengah dan Lampung Timur.
"Di Lampung Timur ada satu titik dan di Lampung Tengah juga ada satu titik. Itu yang sudah terkonfirmasi secara laboratorium," kata Anwar Bahri di ruang kerjanya, Rabu (8/1/2025). "Di Lampung Tengah, dari 10 sampel yang diuji coba, sembilan di antaranya terkonfirmasi positif (PMK). Di Lampung Timur juga sama," lanjutnya.
Meski begitu, Anwar memastikan pihaknya telah melakukan pengobatan dan pemberian vaksinasi terhadap ternak di dua titik tersebut.
Anwar menerangkan, PMK merupakan penyakit yang ditularkan oleh virus melalui udara, kontak langsung hewan ternak, atau melalui makanan yang tercemar virus. Adapun gejala yang ditimbulkan adalah demam, nafsu makan berkurang, dan mulut pada hewan ternak yang melepuh dan mengeluarkan liur.
Menurut dia, PMK pada ternak bisa disembuhkan dan dilakukan pencegahan.
"PMK ini bisa disembuhkan dengan pemberian vitamin, pemberian disinfektan dan atau dengan obat alternatif seperti asam cuka yang dioleskan pada titik yang terkena infeksi pada hewan ternak," ujar Anwar.
"Selain itu, pencegahan juga dilakukan dengan memberikan vaksinasi serta melakukan pengawasan pada hewan ternak terutama yang datang dari luar daerah," imbuhnya.
Anwar pun meminta masyarakat dan peternak tak terlalu khawatir dengan penyebaran PMK. "Karena 80 persen hewan ternak kita sudah tervaksin, sehingga gejala yang timbulkan tidak separah tahun 2022 yang sampai mengakibatkan mulut ternak berlendir, kaki lumpuh, atau sampai mengakibatkan kematian," ucapnya.
"Sekarang gejala yang timbul ternak hanya mengeluarkan liur. Dan yakin, ketika penanganannya benar dan menghubungi petugas, maka dalam 14 hari hewan ternak sudah bisa disembuhkan," ucap dia.
Anwar menambahkan, sejak akhir 2024 lalu pihaknya telah mendistribusikan 10 ribu dosis vaksin ke seluruh daerah di Lampung. "10 ribu dosis itu ada bantuan vitamin, obat-obatan, dan bantuan disinfektan. Saat ini proses distribusi sudah selesai 100 persen dan proses pengobatan masih terus dilakukan untuk mencegah perluasan penularan," imbuhnya.
Selain itu, Disnakkeswan juga melakukan pengawasan terkait distribusi hewan ternak yang masuk dan ke luar Lampung. Aturan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 Tahun 2023 tentang Persyaratan Teknis Kesehatan Hewan.
"Jadi diatur bahwa hewan ternak yang hendak didistribusikan, terutama ke luar pulau, harus dipastikan dalam keadaan sehat. Lalu harus sudah divaksin, minimal vaksin 1 dan 2, serta telah diuji negatif PMK," kata dia.
"Artinya, pembatasan atau penutupan distribusi ternak tidak dilakukan karena semua daerah sudah tertular. Kecuali ketika ini dinyatakan sebagai wabah kembali, baru dilakukan penutupan," pungkasnya.
Wilayah Potensial
| Modus Karyawan Leasing di Bandar Lampung Gadaikan Mobil Perusahaan, Istri Berperan |
|
|---|
| Kadisdikbud Lampung Tengah Baru Tahu Ada Surat Sekda Soal Penunjukkan Plh |
|
|---|
| Jadi Pilot Project, Petani Ulu Belu Lampung Tanam Perdana Bawang Putih Lokal |
|
|---|
| Motif Satpam di Lampung Nekat Bobol Rumah Eks Majikan lalu Gasak Rp40 Juta |
|
|---|
| Kondisi Terkini Pratikno Seusai Tersambar Petir di Area Persawahan Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ada-dua-peternakan-di-Lampung-yang-terjangkit-PMK.jpg)