Berita Lampung

Imbas Pabrik Tapioka di Mesuji Tutup, Petani Bingung Tak Bisa Jual Singkong

Akibat penutupan pabrik, sejumlah petani singkong di wilayah Mesuji kebingungan menjual hasil panennya.

Tribunlampung.co.id/M Rangga Yusuf
Sejumlah pabrik tapioka dan lapak singkong di Mesuji tutup pasca didemo ribuan petani singkong pekan lalu.. 

Tribunlampung.co.id, Mesuji - Sejumlah pabrik tapioka dan lapak singkong di Mesuji tutup sementara. 

Kondisi itu terjadi pascademo ribuan petani singkong dari Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji beberapa waktu lalu.

Akibat penutupan pabrik, sejumlah petani singkong di wilayah Mesuji kebingungan menjual hasil panennya. 

Seperti yang dialami Komang, petani singkong di Kecamatan Mesuji Timur. 

Ia mengaku heran sejumlah perusahaan tapioka menutup pabriknya.

"Terkait harga singkong, kami sebagai petani ini sekarang menjadi serbasalah. Menuntut harga tinggi ke perusahaan tapi perusahaan malah main aman dengan tindakan tutup pabrik," ujarnya, Senin (27/1/2025).

Situasi itu membuat Komang dan para petani singkong lainnya saat ini kebingungan untuk menjual hasil panennya. 

Apalagi, saat ini banyak lahan singkong yang sudah memasuki masa panen. 

Penutupan pabrik dan lapak membuatnya terpaksa menunda panen singkong

Ia pun meminta Pemprov Lampung dan Pemkab Mesuji dapat mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Kami sebagai petani juga bingung bagaimana sekarang nasib petani singkong. Kita lagi mau panen, mau jual ke mana lagi singkong-singkong ini," ungkapnya.

Hal sama disampaikan petani singkong bernama Anom. 

Ia menyebut tanaman singkongnya saat ini sudah berumur 8 bulan dan sudah siap panen.

"Pabriknya ditutup, mau dijual ke mana lagi ini? Padahal singkong udah umur 8 bulan," ujar Anom.

Padahal, dia saat ini sedang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved