Berita Lampung
Ribuan Hektare Sawah di Mesuji Lampung Dapat Program Cetak Sawah dan Oplah
Ribuan hektare sawah di Mesuji, Lampung dapat program cetak sawah dan Optimalisasi Lahan (Oplah) sejak 2024 sampai saat ini.
Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id, Mesuji - Ribuan hektare sawah di Mesuji, Lampung dapat program cetak sawah dan Optimalisasi Lahan (Oplah) sejak 2024 sampai saat ini.
Plt Kepala Dinas Pertanian Mesuji Syamsi Hermansyah mengatakan ribuan sawah yang mendapat program tersebut sudah tembus di angka 6.512 hektare.
"Iya untuk Mesuji sejak tahun 2024 sudah ada 6.512 hektare sawah yang dilakukan cetak sawah," ujarnya pada Jumat (14/2/2025).
Syamsi mengatakan dengan program tersebut diharapkan capaian swasembada pangan bisa cepat terwujud.
Ditambah, program tersebut dijalankan dengan melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisme yang lebih modern.
Dikatakan Syamsi dari ribuan hektare lahan yang mendapatkan program cetak sawah dan oplah itu tersebar di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Mesuji yaitu Kecamatan Mesuji, Mesuji Timur, dan Rawajitu Utara.
Ditambahkan Syamsi, dalam pengelolaan lahan tersebut nantinya akan melibatkan Kelompok Brigade Pangan yang telah dibentuk.
Menurutnya Kelompok Brigade Pangan adalah kelompok petani milenial yang dibentuk Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
"Dengan menerapkan teknologi modern dan menghubungkan proses produksi hingga hilirisasi sangat memungkinkan swasembada pangan yang dicita-citakan akan terwujud," jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Mesuji Terpilih Elfianah serahkan bantuan Combine Harvester kepada Kelompok Brigade Pangan yang ada di Desa Sungai Badak, Kecamatan Mesuji.
Penyerahan itu dilakukan di depan rumah Bupati Mesuji terpilih yang ada di Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji pada Selasa (11/2/2025).
Bupati Mesuji terpilih Elfianah saat dikonfirmasi mengatakan Kelompok Brigade Pangan adalah kelompok petani milenial yang dibentuk oleh Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
"Tentunya dengan diberikan bantuan ini bisa memberikan manfaat bagi para petani yang tergabung dalam kelompok Brigade Pangan," ujarnya.
Mengingat ungkap Elfianah, dengan adanya bantuan alat Combine Harvester bisa mempermudah petani.
Sebab, dengan teknologi modern pekerjaan di bidang pertanian bisa lebih efektif dan efisien.
Sehingga bukan hanya memudahkan pekerjaan bagi petani tetapi bisa memaksimalkan hasilnya di bidang pertanian.
"Dengan begitu peningkatan produktivitas hasil pertanian yang dicita-citakan bisa terwujud," ucapnya.
Sementara Plt Sekretaris Pertanian Mesuji Darul mengungkapkan penyerahan Combine Harvester tersebut merupakan bantuan dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia (RI).
"Dimana untuk Dinas Pertanian Mesuji mendapat 6 unit bantuan Combine Harvester yang nantinya bakal kita serahkan ke Kelompok Brigade Pangan yang ada di Mesuji," ungkapnya.
Dikatakan Darul bantuan Combine Harvester ini diserahkan langsung ke pada Kelompok Brigade Pangan yang ada di Desa Sungai Badak.
Mengingat, kata dia untuk lokasi persawahan yang mendekati tahap panen ada di wilayah tersebut.
"Jadi pemberian bantuan combine ini diberikan secara bertahap dan untuk awalan kita berikan ke kelompok yang akan segera melakukan pemanenan," imbuhnya.
Ditambahkan Darul adanya program Brigade Pangan ini sebagai upaya mewujudkan agribisnis pertanian modern yang melibatkan generasi muda guna mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.
Maka dari itu, ungkap Darul nantinya tiap kelompok Brigade Pangan akan mengelola lahan pertanian dengan luasan wilayah mencapai 200 hektare.
Harapan tentu saja supaya bisa meningkatkan produktivitas pertanian serta mengelola usaha tani secara terstruktur dengan infrastruktur modern dalam mewujudkan ekosistem agribisnis pertanian modern.
(Tribunlampung.co.id /M Rangga Yusuf)
| Kuliah Teknik Industri ITERA Mahasiswa Belajar Menciptakan Alat Inovasi Pertanian |
|
|---|
| Lampung Dipastikan Tak Kekurangan Hewan Kurban, DPRD: Pengawasan PMK Diperketat |
|
|---|
| Lampung Tengah Luncurkan Relawan Pendidikan untuk Penanganan Anak Tidak Sekolah 2026 |
|
|---|
| Kakanwil Kemenag Lampung: Penyembelih Hewan Kurban Sebaiknya Juleha |
|
|---|
| Si Tole, Sapi Raksasa Metro Senilai Rp 118 Juta Siap Jadi Kurban Presiden |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/KONDISI-LAHAN-SAWAH-Kondisi-lahan-oplah-sawah-di-Kecamatan-Mesuji.jpg)