Berita Lampung
Kostiana Sebut Banjir di Bandar Lampung Dipicu Minimnya RTH
Wakil Ketua DPRD Lampung Kostiana menyoroti fenomena banjir yang belakangan melanda Kota Bandar Lampung.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Wakil Ketua DPRD Lampung Kostiana menyoroti fenomena banjir yang belakangan melanda Kota Bandar Lampung.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Bandar Lampung ini mengatakan, persoalan banjir merupakan keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat kepadanya.
Untuk menyelesaikan persoalan banjir di Bandar Lampung, Kostiana mendorong pemerintah agar melibatkan berbagai pihak, mulai akademisi, pemerhati lingkungan, serta tokoh masyarakat.
Menurutnya, jika tidak ada kesungguhan, persoalan banjir di Bandar Lampung sangat sulit diselesaikan, bahkan bisa berakibat lebih parah dari sebelumnya.
"Melihat permasalahan banjir yang semakin kompleks ini, pemerintah khususnya Kota Bandar Lampung perlu untuk duduk bersama atau berdialog, baik bersama akademisi, OPD terkait, pemerhati lingkungan dan lain-lain untuk mencari solusi mengatasi banjir ini," ujar Kostiana, Jumat (28/2/2025).
Anggota Fraksi PDIP ini menilai, salah satu faktor yang menjadi penyebab banjir di Bandar Lampung yaitu minimnya ruang terbuka hijau (RTH) sebagai tempat resapan air.
Selain itu, sistem drainase yang buruk hingga tata kelola sampah yang tidak baik juga memperparah situasi sehingga banjir lebih cepat meluap ke permukiman warga.
"Sebanyak 12 wilayah di Kota Bandar Lampung yang saya kunjungi dalam agenda reses, mayoritas mengeluhkan persoalan banjir," ujar Kostiana.
Selama menyerap aspirasi, Kostiana mengaku banyak mendapat keluhan masyarakat terkait minimnya talud di sungai-sungai kecil, serta sampah yang menyumbat saluran irigasi.
"Karena itu, masyarakat mengusulkan pemasangan talud di sungai-sungai kecil agar ketika hujan dengan intensitas tinggi airnya bisa tertampung dan tidak meluap ke permukiman warga," kata dia.
Selain itu, Kostiana menyebut masyarakat juga mengeluhkan buruknya sistem drainase yang menjadi salah satu pemicu banjir.
"Perbaikan drainase ini penting untuk segera dilaksanakan yang salah satu solusinya memperbaiki salurannya agar lebih lancar," tambahnya.
Lebih lanjut, Kostiana menyebut akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat untuk mencari solusi guna menanggulangi banjir di Bandar Lampung.
"Untuk mengatasi persoalan banjir ini membutuhkan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan dan membutuhkan kerja sama antara semua pihak," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)
| Warga Mujirahayu, Lampung Tengah Gotong Royong Cor Jalan Rusak Sepanjang 250 Meter |
|
|---|
| Residivis Curanmor Diciduk Polisi Saat Pesta Miras di Lapo Tuak Pringsewu |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Lampung Jumat 15 Mei 2026, Sebagian Besar Wilayah Berpotensi Hujan |
|
|---|
| Warga Heboh Penampakan Buaya Sepanjang 1,5 Meter di Perairan Lampung Selatan |
|
|---|
| Detik-detik Dramatis Evakuasi Kerbau yang Masuk Sumur Warga Bandar Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kostiana-reses-di-Bandar-Lampung.jpg)