UMKM Lampung
Owner Madu Al Ghozi, Yendra Pernah Merugi Jutaan Rupiah karena Madu Palsu
Sebelum mencapai omzet belasan juta per bulan, Yendra pernah mengalami kerugian besar akibat tertipu oleh pemasok madu palsu.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Di balik kesuksesannya, Yendra Apriyanto pengusaha madu hutan dengan merek Al Ghozi, ternyata pernah mengalami lika-liku perjuangan dalam bisnisnya.
Saat diwawancarai Tribun Lampung, Rabu (5/3/2025) pria berusia 35 tahun ini menceritakan perjuangannga.
Sebelum mencapai omzet belasan juta per bulan, ia pernah mengalami kerugian besar akibat tertipu oleh pemasok madu palsu.
Pada awal usahanya, Yendra mencoba membeli madu langsung dari petani untuk menekan biaya.
Namun, salah satu pemasok ternyata menjual madu oplosan yang setelah dicek oleh ahli ternyata madu palsu.
Akibatnya, sekitar 300 kg madu harus dibuang, dan ia mengalami kerugian jutaan rupiah.
"Bentuk madu palsu yang saya beli dulu hampir sama dengan aslinya, rasanya pun mirip-mirip tapi ahli madu tidak bisa dibohongi, dan setelah dicek ke ahli ternyata itu palsu," ungkap Yendra.
Dari situ Yendra juga mengetahui mitos soal madu, dimana ada yang bilang madu asli tidak meresap di tisu.
"Saya pernah menyaksikan langsung madu hutan yang baru di Panen di taruh di tisu ya tetap meresap, jadi banyak mitos soal madu," ujarnya.
Atas pelajaran itu, Yendra berkomitmen membentuk tim pencari madu hutan untuk kemudian di pasarkan.
"Dan Madu Al Ghozi bisa dijamin 100 persen keasliannya, boleh dicek dimanapun," kata Yendra.
Awal Mula Karier Yendra Apriyanto
Yendra Apriyanto memulai usahanya sejak 2020 silam.
Yendra membeberkan alasan membuka usaha madu juga lantaran ingin memberikan manfaat untuk banyak orang.
Kini produk Madu Al Ghozi sudah dapat ditemui di beberapa minimarket, toko oleh-oleh di Bandar Lampung, dan acara pameran UMKM.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Berkah Ramadan, Amplop Lebaran Rp3 Ribu Buatan UMKM Lampung Tengah Laris Manis |
|
|---|
| Trifaa Cake dan Bakery, dari Hobi Jadi Usaha Kuliner Sukses di Bandar Lampung |
|
|---|
| Ting-Ting Jahe Suryatim, dari Dapur Rumahan Jadi Buah Tangan Favorit Wisatawan |
|
|---|
| Berbekal Video YouTube, Novi Hasilkan Olahan Ayam Salto Bermodalkan Rp 500 Ribu |
|
|---|
| Owner Takir Ketan Durian Kesulitan Dapatkan Bahan Baku Berkualitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Madu-Al-Ghozi.jpg)