Berita Lampung
Pemprov Usulkan Lampung Tengah dan Pesawaran Jadi Lokasi Sekolah Rakyat
Pemerintah pusat berencana membangun Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru 2025-2026 ini.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pemerintah pusat berencana membangun Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru 2025-2026 ini.
Untuk menghadapi ini, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan dua lokasi untuk diusulkan ke Kementerian Sosial agar dijadikan Sekolah Rakyat.
Plh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung, M Firsada mengatakan, usulan dua lokasi tersebut sebagai pilihan alternatif untuk mendukung program pemerintah pusat.
"Dari Kementerian Sosial meminta agar pemerintah daerah mengusulkan lokasi sekolah rakyat, syarat luasnya minimal 5 sampai 10 hektare, dan diutamakan sudah ada bangunan nya," kata Firsada saat diwawancara, Senin (17/3/2025).
Firsada pun mengatakan kedua lokasi yang akan diusulkan telah berdiri bangunan, yakni di SMA Unggul Terpadu Sulusuban, Lampung Tengah dan UPTD Mardi Guna di Lempasing, Pesawaran.
"Ada dua opsi yang akan kita usulkan dan akan kita tinjau. Pertama posisi nya ada di SMA Unggul Terpadu di Sulusuban dan kedua UPTD Mardi Guna di Lempasing," ungkapnya.
Dia menjelaskan, jika lokasi yang diusulkan sudah terdapat bangunan maka Sekolah Gratis akan dilaksanakan pada tahun 2025 ini.
Namun, jika lokasi yang diusulkan masih berupa lahan kosong, maka pembangunan Sekolah Rakyat akan dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Kalau sudah ada lokasi dan bangunannya, operasional Sekolah Rakyat akan dilaksanakan tahun ini. Tetapi jika belum ada bangunan, akan dibangun oleh kementerian PU tahun ini dan proses operasional nya akan dilaksanakan tahun depan," kata dia.
Firsada melanjutkan, nantinya Menteri Sosial juga akan turut meninjau langsung lokasi yang diproyeksikan bakal jadi Sekolah Rakyat tersebut.
"Lampung ini jadi percontohan yang didatangi oleh kementerian, Menteri Sosial juga rencananya akan datang mengecek langsung lokasinya" imbuhnya.
Lebih lanjut, Firsada mengatakan jika semua biaya terkait Sekolah Rakyat nantinya akan ditangani oleh pemerintah pusat.
"Semua dari pusat termasuk dengan para pengajarnya, pemerintah daerah hanya menyiapkan lahan yang memang milik pemerintah dan tidak bersengketa," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)
| Pasar Saham Indonesia Terpuruk, Begini Kata Guru Besar Unila |
|
|---|
| Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung Tangkap 2 Pengedar Ekstasi, Salah Satunya Pecatan TNI |
|
|---|
| Lucken Soroti Pengangkatan Plt dan Plh OPD, Siapa yang Pimpin Lampung Tengah Ini |
|
|---|
| Lampung Dipastikan Tak Kekurangan Hewan Kurban, DPRD: Pengawasan PMK Diperketat |
|
|---|
| Lampung Tengah Luncurkan Relawan Pendidikan untuk Penanganan Anak Tidak Sekolah 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Plh-Sekprov-Lampung-M-Firsada-Senin-1732025.jpg)