Kasus Perundungan di Pringsewu

Video Viral di Medsos, Polisi Usut Kasus Dugaan Perundungan Remaja di Gadingrejo Pringsewu

Kepolisian Resor Pringsewu turun tangan menangani kasus perundungan terhadap seorang remaja putri yang videonya viral di media sosial. 

|
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
tangkapan layar
REMAJA DIRUNDUNG - Tangkapan layar terjadi perundungan remaja peremuan yang terjadi di Jumat malam (18/4/2025)  di wilayah Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu. Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif, identitas pelaku, serta kronologi lengkap peristiwa tersebut.  

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Kepolisian Resor Pringsewu turun tangan menangani kasus perundungan terhadap seorang remaja putri yang videonya viral di media sosial. 

Korban diketahui berinisial CHF (14), pelajar asal Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran.

Plh. Kasat Reskrim Polres Pringsewu, Ipda Candra Hirawan, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban pada Sabtu (19/4/2025). 

Saat ini, kasus tersebut tengah didalami oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim.

"Benar, pada Sabtu kemarin kami menerima laporan dari keluarga korban. Saat ini, kasus masih dalam pendalaman," ujar Candra, mewakili Kapolres Pringsewu, AKBP M. Yunus Saputra, pada Minggu (20/4/2025).

Kasus ini mencuat setelah video aksi kekerasan terhadap korban beredar luas di media sosial. 

Dalam video tersebut, korban yang mengenakan baju putih dan jilbab gelap tampak diintimidasi secara verbal dan fisik oleh rekan sebayanya, yang juga mengenakan kaus putih.

Mirisnya, meski korban telah berkali-kali meminta maaf, pelaku tetap melanjutkan aksi kekerasannya. Kejadian itu disebut-sebut berlangsung di beberapa lokasi di wilayah Kecamatan Gadingrejo pada Jumat malam (18/4/2025).

Warganet pun ramai-ramai mengecam tindakan perundungan tersebut. Seorang pengguna akun bernama Rizky Hidayat menyebut bahwa korban adalah keponakannya dan mengaku telah melaporkan kasus itu ke pihak berwajib.

“Itu yang jadi korban ponakan gua, udah dilaporin polisi yang bully,” tulisnya.

Sementara akun lain, Riska Nia, menyayangkan sikap pasif seorang pria dalam video yang berada di lokasi kejadian. 

“Ada laki di situ kek bencong, gak bisa ngapa-ngapain. Terus warga sekitar pada ke mana ya? Gak ada yang dengar suara nangis minta tolong. Gedek banget,” tulisnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif, identitas pelaku, serta kronologi lengkap peristiwa tersebut. 

Candra menegaskan bahwa kasus ini akan diproses sesuai hukum yang berlaku. 

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved