Pilkada Pesawaran

Alzier Soroti Larangan Jurnalis Liput Debat PSU Pilkada Pesawaran

Alzier pun mempertanyakan alasan KPU Pesawaran dan pihak kepolisian melarang jurnalis untuk meliput ke dalam arena debat PSU.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Istimewa
DISAYANGKAN - Politisi yang juga tokoh pendiri Kabupaten Pesawaran, Alzier Dianis Thabranie, buka suara terkait larangan jurnalis untuk meliput debat publik PSU Pilkada Pesawaran di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Minggu (18//52025). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Politisi yang juga tokoh pendiri Kabupaten Pesawaran, Alzier Dianis Thabranie, menyoroti larangan jurnalis untuk meliput debat publik dalam rangka Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pilkada Pesawaran di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Minggu (18//52025).

Alzier menuturkan, debat kandidat merupakan agenda yang penting bagi masyarakat.

Menurut dia, debat kandidat merupakan ajang bagi calon bupati dan wakil bupati Pesawaran untuk menyampaikan visi dan misinya lima tahun ke depan.

"Saya sebagai tokoh pendiri Pesawaran saja tidak diundang oleh KPU. Kalau gitu, mending langsung tunjuk aja bupatinya, nggak usah pakai debat publik," ujar Alzier.

Alzier pun mempertanyakan alasan KPU Pesawaran dan pihak kepolisian melarang jurnalis untuk meliput ke dalam arena debat PSU.

"Memangnya debat ini pakai uang nenek moyang mereka?" cetus Alzier. 

Dia pun menyayangkan adanya pembatasan hak jurnalis untuk meliput.

Terlebih, kata dia, Pesawaran merupakan satu-satunya kabupaten di Lampung yang menggelar PSU.

"PSU ini adalah hasil putusan MK dan sangat bersejarah, tapi informasi kepada masyarakatnya dibatasi," tandasnya.

Terkesan Eksklusif

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran menggelar acara debat kandidat calon bupati. 

Debat yang merupakan salah satu tahapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Pesawaran 2024 itu diadakan di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Minggu (18/5/2025).

Debat kandidat ini merupakan ajang adu gagasan bagi dua pasangan calon bupati peserta PSU Pilkada Pesawaran, yakni paslon nomor urut 1 Supriyanto-Suriansyah Rhalieb dan paslon nomor urut 2 Nanda Indira Bastian-Antonius Muhammad Ali.

Namun, debat kandidat ini terkesan eksklusif lantaran adanya pembatasan ketat, termasuk bagi jurnalis yang ingin meliput di arena debat.

Pantauan Tribun Lampung, tampak sejumlah aparat penegak hukum dari Polri/TNI melakukan penjagaan ketat di sekitar Hotel Emersia.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved