Ibadah Haji Lampung

Cuaca Ekstrem Landa Arab Saudi, Sejumlah Jemaah Haji Lampung Alami Sakit hingga Dirawat di RS

Cuaca panas ekstrem yang melanda Arab Saudi menjadi tantangan serius bagi jemaah haji Indonesia tahun ini. 

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Teguh Prasetyo
Dok Tribunnetwork
CUACA EKSTREME - Ilustrasi jemaah haji indonesia sakit di Arab Saudi. Sejumlah jemaah haji Lampung dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi akibat cuaca ekstreme. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Cuaca panas ekstrem yang melanda Arab Saudi menjadi tantangan serius bagi jemaah haji Indonesia tahun ini. 

Di mana suhu di Mekkah dan Madinah berkisar antara 41 hingga 45 derajat Celsius, dengan kelembaban udara rendah di bawah 30 persen.

Akibat cuaca extreme ini, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung menyebut jika terdapat sejumlah jemaah haji asal Lampung yang mengalami keluhan sakit hingga di rawat di rumah sakit.

"Infonya ada beberapa jemaah yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, ada yang kena stroke, ada yang sesak nafas," ujar Kabid Haji dan Umroh Kemenag Lampung, Ansori F Citra saat dikonfirmasi, Kamis (22/5/2025).

Sementara Ketua Kloter JKG-04 asal Lampung, Fathurrohman mengkonfirmasi, jika terdapat beberapa jemah anggotanya yang mengalami sakit hingga dirawat di Rumah Sakit setempat 

"Kondisi jemaah haji Kloter JKG-04 di Mekah secara umum dalam kondisi sehat, namun terdapat dua orang jemaah yang sempat melakukan perawatan medis di Rumah Sakit Saudi Arabia International Hospital," ujar Fathurrohman saat dihubungi.

Kedua jemaah tersebut yakni, atas nama Sutrisno yang mengalami ganguan pada lutut sehingga tidak bisa berjalan.

Kemudian, Supinah yang sempat mengalami jatuh di depan lobi hotel dan menyebabkan terkilir pergelangan tangan. 

"Keduanya telah kembali ke hotel dan dalam kondisi rawat jalan," imbuhnya.

Sementara, Ketua Kloter JKG-43 Widyawan Sigitmanto mengatakan, jika terdapat beberapa anggotanya yang mengalami sakit.

"Secara umum kondisi jemaah kami dalam Keadaan sehat, memang ada beberapa jemaah sakit tetapi masih bisa di tangani oleh tim kesehatan Kloter dan 1 di KKHI Karena mengalami dimensia," imbuhnya

Lebih lanjut, jemaah haji dihimbau agar tetap menjaga kesehatan agar bisa dalam keadaan prima saat puncak musim haji tiba pada 8 Dzulhijjah 1446 atau 4 Juni 2025 mendatang. 

"Cuaca di Mekkah semakin ekstrim jadi dihimbau kepada jamaah haji untuk tidak sering-sering ke Masjidil haram, demi menjaga kesehatan dalam rangka bisa tetap sehat ketika sampai kegiatan puncak haji," ucap Fathurrahman.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

 

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved