Berita Viral

4 Anak Buah Hercules Diringkus Polisi, Tergiur Rp 1,7 Juta Rusak Properti KAI

Empat anggota ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya ditangkap polisi atas dugaan perusakan dan pencurian pagar seng milik PT KAI.

Tayang:
Editor: Kiki Novilia
Polda Jateng
ORMAS CURI BESI - Sebanyak empat anggota ormas GRIB Jaya ditangkap polisi akibat mencuri besi di lahan PT KAI. Aksi mereka sebenarnya dilakukan sejak 5 bulan lalu. Meskipun aksinya terekam cctv mereka baru ditangkap selepas adanya operasi preman, Kota Semarang, Senin (19/5/2025) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Empat anggota ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya ditangkap polisi atas dugaan perusakan dan pencurian pagar seng milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Semarang, Jawa Tengah.

Keempat pelaku adalah KA, yang menjabat sebagai Ketua GRIB Jaya Pimpinan Anak Cabang (PAC) Mijen, serta tiga anggotanya berinisial DW alias Tebo, YJO, dan HY.

Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi perusakan tersebut dilakukan para anak buah Hercules itu atas permintaan seorang pria bernama Eko.

Eko diketahui merupakan mantan penghuni rumah di atas lahan eks sengketa milik PT KAI.

Eko disebut memberikan bayaran sebesar Rp1,7 juta kepada para tersangka sebagai imbalan melakukan serangkaian aksi teror, termasuk pemasangan spanduk provokatif dan perusakan fasilitas milik perusahaan.

"Iya selepas dipesan oleh saudara E (Eko) kelompok GRIB Jaya PAC Kecematan Mijen melakukan pemasangan MMT (spanduk) di lahan sengketa antara E dengan PT KAI," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Dwi Subagio saat konferensi pers di Polda Jateng Kota Semarang, Kamis (22/5/2025).

Dwi menyebut, sengketa tanah tersebut sebenarnya sudah selesai melalui putusan Pengadilan Negeri Semarang bernomor 358/PDT.G/2014/PN SMG.

Tanah yang disengketakan berada di Gergaji, Randusari, Semarang Selatan.

Namun, putusan pengadilan itu tidak diterima oleh E sehingga memesan ormas GRIB Jaya untuk melakukan tindakan teror pada rentang bulan Desember 2024.

Para anggota GRIB Jaya tersebut juga melakukan pencurian pagar seng dan besi untuk membuat markas GRIB di Mijen tetapi ditolak warga akhirnya dialihkan menjadi kepentingan pribadi.

"Akibat kejadian itu, PT KAI alami kerugian hingga Rp 250 juta," katanya.

Terkait dengan pemesan ormas GRIB Jaya, Dwi menyebut sedang melakukan pencarian.

"Ya kami meminta kepada E agar segera menyerahkan diri," paparnya.

Tak hanya itu, Eko juga diduga memesan sebanyak 50 orang dari empat PAC ormas GRIB Jaya untuk melakukan pengerusakan.

Namun terkait hal itu, Dwi menyebut masih melakukan pendalaman. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved