Ibadah Haji Lampung

Jumlah Jemaah Haji Lampung Wafat di Arab Saudi Naik di Tahun 2025, Kemenag Lampung Akan Evaluasi

Jumlah jemaah haji Lampung yang meninggal di Arab Saudi pada musim haji 2025 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
AKAN EVALUASI - Suasana Jemaah Haji saat tiba di Asrama Haji Rajabasa, Bandar Lampung, Jumat (13/6/2025). Jumlah jemaah haji Lampung wafat di Arab Saudi naik di tahun 2025, Kemenag Lampung bakal evaluasi. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Jumlah jemaah haji asal Lampung yang meninggal di Arab Saudi pada musim haji 2025 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Terkait hal ini, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung bakal melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan terhadap jemaah haji.

Plt Kepala Kanwil Kementrian Agama Lampung, Erwinto mengatakan bahwa pada tahun 2025 ini terdapat 10 orang jemaah Haji Lampung yang wafat di Arab Saudi.

Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya, di mana pada musim haji 2024, jemaah haji Lampung yang meninggal di Arab Saudi berjumlah 6 orang.

"Tahun ini jemaah yang meninggal di Arab Saudi ada 10 orang, mudah-mudahan kita doakan ini tidak bertambah lagi," ujar Erwinto, Jumat (13/6/2025)

Terkait penyebab, Erwinto mengatakan bahwa faktor usia serta penyakit bawaan menjadi hal berpengaruh.

"Jadi yang meninggal ini kan mayoritas sudah usia uzur, dan secara kesehatan memang sudah kurang sehat, tetapi masih memenuhi syarat sehingga meraka tetap masih bisa berangkat," kata Erwinto.

Untuk meminimalisir resiko pada musim haji tahun depan, Erwinto mengatakan pihaknya bakal melakukan evaluasi lebih lanjut.bersama pihak Balai Karantina Kesehatan (BKK).

"Jadi yang melakukan pemeriksaan kesehatan jemaah itu dari BKK, mungkin ini perlu kita tingkatkan lagi pemeriksaan kesehatan, seperti kategori penyakit untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan," kata dia.

"Jadi selama ini hanya penyakit gagal ginjal, TBC, dan beberapa lain yang tidak (bisa) berangkat," terusnya.

"Mungkin nanti ke depan penyakit lain seperti stroke itu kan sudah sulit untuk berjalan, tapi masih bisa berangkat," jelasnya

"Tentu kita akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, mulai dari aspek kesehatan, transportasi, hingga kenyamanan ruang tunggu," ujar Ansori.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved