Berita Terkini Nasional

Devisa Bocor Gegara WNI Banyak Berobat ke Luar Negeri, Prabowo Minta Tambah Fakultas Kedokteran,

Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang berobat ke luar negeri.

Tayang:
Editor: Teguh Prasetyo
Tribunnews/Taufik Ismail
PRABOWO HADAPI KORUPTOR - Insert Presiden Prabowo usai acara peresmian mekanisme baru pemberian tunjangan bagi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, pada Kamis (13/3/2025). Saat ini Prabowo Subianto menyoroti fenomena banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang berobat ke luar negeri sehingga berdampak langsung pada kebocoran devisa negara. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SANUR - Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang berobat ke luar negeri.

Hal ini dinilainya berdampak langsung pada kebocoran devisa negara.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital di Denpasar, pada Rabu (25/6/2025) kemarin.

“Kita tadi sudah diberi tahu bahwa begitu banyak WNI yang mencari pengobatan di luar negeri yang mengakibatkan juga pengeluaran devisa yang sangat besar. Dengan inisiatif ini kita bisa memberi pelayanan yang tidak kalah dengan yang terbaik di dunia,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menyoroti sejumlah persoalan mendasar dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.

Terutama terkait kurangnya jumlah dokter dan ketidaksesuaian regulasi pendidikan tenaga medis dengan kebutuhan zaman. 

“Kita masih banyak kekurangan, kita masih kurang dokter, karena itu Menteri Kesehatan saya minta juga nanti Menteri Pendidikan kita harus segera tambah fakultas kedokteran, kita harus tambah juga akademi perawatan dan kita harus tambah pendidikan spesialis,” ujar Prabowo.

Ia juga meminta agar aturan-aturan yang menghambat percepatan penyediaan tenaga kesehatan segera dibenahi.

“Dengan efisien dan jangan terlalu terhimpit oleh prosedur-prosedur dan peraturan-peraturan kuno, dan peraturan yang tidak bisa menjawab kesulitan dan tantangan masa kini,” tegasnya.

Tak hanya soal SDM, Prabowo menyinggung perlunya manajemen pemerintahan yang bersih dan efisien.

Ia menolak sistem birokrasi yang boros dan tidak mampu melayani rakyat dengan baik.

“Kita tidak bisa pakai cara-cara yang lama, cara-cara yang tidak efisien, cara-cara yang boros, manajemen yang nggak bener, tinggalkan itu. Tidak ada tempat. Rakyat Indonesia tidak mau dengan sistem seperti itu,” katanya.

Prabowo menilai KEK Sanur bisa menjadi contoh untuk sektor lain dalam mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia di berbagai bidang.

“Hari ini KEK ini contoh salah satu terobosan ke arah mengejar ketinggalan kita, dan ini harus ditiru oleh banyak sektor lain,” katanya.

Ia memuji pembangunan KEK Sanur sebagai langkah berani dalam menciptakan layanan kesehatan kelas dunia di dalam negeri.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved