Berita Terkini Nasional

Alasan Sandiaga Uno Larang Anak-anaknya Ambil Beasiswa LPDP

Alasan Mantan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno  melarang anak-anaknya mengambil beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Editor: taryono
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
LARANG ANAKNYA - Sandiaga Uno. Alasan Sandiaga Uno Larang Anak-anaknya Ambil Beasiswa LPDP. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Alasan Mantan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno  melarang anak-anaknya mengambil beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sandi beralasan beasiswa LPDP seharusnya diberikan kepada mahasiswa yang tidak mampu. 

Sebab, jika mahasiswa mampu mengambil LPDP maka akan ada satu kesempatan yang hilang untuk mahasiswa tidak mampu.

Komitmen itu disampaikan Sandiaga Uno saat bertemu dengan mahasiswa Indonesia di Malaysia dan diunggah di akun instagramnya pada Selasa (24/6/2025).

Seorang mahasiswa awalnya bertanya pendapat Sandiaga Uno terkait dengan pernyataan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamensaindikti) Stella Christie terkait beasiswa LPDP.

Stella menyebut bahwa beasiswa LPDP adalah utang mahasiswa ke negara. Sehingga mahasiswa yang mendapatkannya wajib berkontribusi membangun Republik Indonesia setelah selesai berkuliah. 

Sandiaga Uno pun sedikit berbeda pendapat dengan Stella Christie. Menurutnya setiap mahasiswa yang berkuliah di luar negeri harus memiliki tanggung jawab untuk sama-sama membangun negeri.

“Saya enggak menyebutnya utang ya, tapi Responsibility, tanggung jawab membangun negeri,” ucap Sandi.

Maka pengusaha Indonesia itu mengaku melarang anaknya untuk mengambil beasiswa LPDP. Sebab kata Sandi, seharusnya beasiswa LPDP diberikan kepada mahasiswa yang tidak mampu. 

Apabila mahasiswa mampu mengambil LPDP maka akan ada satu kesempatan yang hilang untuk mahasiswa tidak mampu.

“Jadi anak saya saya larang ikut LPDP, kenapa karena kalau kamu ambil beasiswa LPDP maka kamu ambil jatah orang lain,” beber Sandi.

“Beasiswa LPDP itu adalah bentuk kepercayaan negara kepada generasi muda yang dianggap mampu membawa perubahan. Saya melihatnya bukan suatu hutang yang harus dibayar, tapi tanggung jawab moral untuk membangun, dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa dengan prestasi dan karya,” tulis Sandi.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved