Berita Terkini Nasional

5 Tuntutan Mahasiswa setelah Rantis Brimob Lindas Driver Ojol sampai Tewas

Mereka menilai tindakan oknum Brimob yang membuat nyawa driver ojol melayang sebagai tindakan brutal.

Tangkap Layar di Instagram dan TikTok
OJOL DITABRAK POLISI - Driver ojol ditabrak dan dilindas oleh mobil rantis Brimob Polri di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam. Ada lima tuntutan mahasiswa imbas rantis Brimob tabrak driver ojol sampai tewas. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Peristiwa kendaraan taktis ( Rantis) Brimob menabrak dan melindas driver ojek online ( ojol) sampai tewas memicu kemarahan mahasiswa di Jakarta.

Mereka menilai tindakan oknum Brimob yang membuat nyawa driver ojol melayang sebagai aksi brutal.

Kejadian itu dianggap telah menciderai perjuangan rakyat sehingga mahasiswa bakal menggelar demonstrasi lagi sebagai bentuk solidaritas.

Kali ini aksi mahasiswa akan digelar di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia ( BEM UI) dan BEM SI, Jumat (29/8/2025).

Aksi ini digelar sebagai respons atas insiden represif aparat terhadap masyarakat, termasuk viralnya peristiwa pengemudi ojek online terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada demo 28 Agustus.

BEM UI menyatakan aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat yang dinilai diciderai tindakan brutal aparat kepolisian.

“Ini dilatarbelakangi oleh solidaritas perjuangan rakyat yang diciderai oleh brutalitas dan tindakan represif oleh aparat kepolisian,” ujar Koordinator BEM UI, Bima, kepada Kompas.com, Jumat (29/8/2025).

Tuntutan mahasiswa Ada lima tuntutan utama yang akan disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut:

  1. Menuntut Polri bertanggung jawab atas penangkapan, kekerasan, hingga pembunuhan terhadap massa aksi;
  2. Mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolri yang dianggap tutup mata dan membiarkan tindakan represif;
  3. Menghukum anggota Polri yang melakukan kekerasan, penyiksaan, hingga pembunuhan terhadap massa aksi;
  4. Membebaskan seluruh massa aksi yang ditahan;
  5. Menuntut reformasi institusi Polri yang menyimpang dari tugas pokok dan wewenang.

Bima menambahkan, sekitar 150 mahasiswa dari Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia (IKM UI) telah mendaftar untuk ikut aksi. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah.

"Dari IKM UI sendiri per hari ini sudah ada 150 orang yang mendaftar dan akan terus bertambah nantinya," ucap dia.

Selain BEM UI, BEM SI juga akan menggelar unjuk rasa menanggapi insiden demo 28 Agustus. “Kami akan turun menyikapi kondisi yang sama sekali tidak dapat dimaklumi,” kata Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Muhammad Ikram.

Ikram menjelaskan, aksi ini dilatarbelakangi kemarahan mahasiswa atas insiden yang viral di media sosial, di mana seorang pengemudi ojek online diduga terlindas rantis Brimob.

“Tidak dapat berkata-kata melihat kondisi hari ini, juga himbauan kepada seluruh mahasiswa Indonesia untuk turun ke jalan dan menuntut keadilan dan tanggung jawab presiden terhadap semua kisruh yang terjadi,” jelas Ikram.

Video beredar

Sebuah video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan rantis bertuliskan Brimob melaju cepat saat warga berhamburan. Mobil lapis baja itu kemudian melindas seorang pengendara ojek online yang berusaha menghindar.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved