Berita Terkini Nasional

Mertua Brigadir Nurhadi Tak Terima Menantunya Disebut Ikut Foya-foya Kompol Yogi

Bapak mertua Brigadir Muhammad Nurhadi tak percaya jika anak menantunya disebut ikut foya-foya bersama dua atasannya yakni Kompol Yogi dan Ipda Haris.

Kolase Dokumentasi Polda NTB dan IG @ikhaiskandar6
BANTAH IKUT FOYA-FOYA: Foto kolase, (kiri) Brigadir Muhammad Nurhadi dan (kanan) Brigadir Nurhadi bersama sang istri. Bapak mertua Brigadir Muhammad Nurhadi tak percaya jika anak menantunya disebut ikut foya-foya bersama dua atasannya yakni Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lombok - Bapak mertua Brigadir Muhammad Nurhadi tak percaya jika anak menantunya disebut ikut foya-foya bersama dua atasannya yakni Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris.

Sebelumnya, sebelum ditemukan tewas, Brigadir Nurhadi disebut berada di Gili Trawangan, Lombok, bersama Kompol Yogi dan Ipda Haris serta 2 wanita.

Di lokasi tersebut, Brigadir Nurhadi juga disebutkan ikut foya-foya serta pesta narkoba bersama 2 atasannya tersebut.

Namun, informasi itu dibantah bapak mertua Nurhadi, Sukarmidi, yang menyebutkan jika anak menantunya itu bukanlah tipe lelaki yang suka ikut pesta.

Sebelum mendengar kabar meninggalnya Brigadir Nurhadi, Sukarmidi mengaku mendapat firasat tak enak. 

Brigadir Nurhadi sempat berpamitan ke keluarga besarnya, sebelum pergi bersama atasannya ke Gili Trawangan.

Akan tetapi, khusus pamitannya kali ini menimbulkan firasat tak enak dirasakan oleh sang mertua, Sukarmidi.

Firasat buruk sudah dirasakan keluarga sejak hari Selasa, sehari sebelum Brigadir Nurhadi meninggal pada Rabu (16/4/2025). 

Nurhadi sempat berpesan kepada tukang bangunan yang mengerjakan pembuatan kursi kayu di rumahnya.

“Selasa dia sudah pamitan ke kawan, semua dikasih tau, yang bikin kursi (tukang) disuruh jadikan biar ada bisa dipakai orang banyak duduk,” ucap mertua Nurhadi, Sukarmidi saat ditemui di kediamannya yang berada di Dusun Lendang Re, Desa Sembung, Kecamatan Narmada Lombok Barat, Rabu (9/7/2025).

Sukarmidi menceritakan, korban mengaku tidak menginap, namun hanya untuk mengantar tamu.

Pada saat perjalanan ke Gili, sekira jam 4 sore, Nurhadi bahkan sempat melakukan video call dengan anaknya yang paling besar, yang masih berumur 5 tahun.

Akan tetapi, sejak memasuki waktu magrib, anaknya yang merasa kangen sempat mencoba mengontak korban, namun tidak pernah ada balasan.

Hingga anaknya juga sempat mengirimkan voice note melalu WhatshApp menanyakan kabar ayahnya dan disuruh untuk cepat pulang.

Akan tetapi, lama menunggu bukan kepulangan korban dengan selamat yang diterima keluarga, namun kabar duka bahwa korban meninggal dunia karena tugas.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved