Berita Terkini Nasional

Harga Kekayaan Riza Chalid yang Jadi Tersangka Korupsi Pertamina

Raja minyak Indonesia Mohammad Riza Chalid diperkirakan memiliki kekayaan yang mencapai 415 juta dolar AS, atau sekitar Rp6,7 triliun.

Editor: taryono
Tribunnews
SOSOK RAJA MINYAK - Muhammad Riza Chalid yang dijuluki sebagai 'raja minyak' Indonesia kini disorot usai rumahnya digeledah oleh penyidik Kejaksaan Agung pada Selasa, (25/2/2025). Harga Kekayaan Riza Chalid yang Jadi Tersangka Korupsi Pertamina. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Raja minyak Indonesia Mohammad Riza Chalid diperkirakan memiliki kekayaan yang mencapai 415 juta dolar AS, atau sekitar Rp6,7 triliun.

Saat ini, Riza Chalid telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung RI dalam dugaan korupsi oplos PT Pertamina yang merugikan negara Rp285 triliun.

Riza Chalid sendiri merupakan pengusaha ternama di Indonesia yang dikenal dekat dengan pemerintah dan DPR RI. 

Kejaksaan Agung RI menyebut dalam kasus korupsi PT Pertamina, Riza Chalid berperan sebagai beneficial owner PT Orbit Terminal Merak.

PT Orbit Terminal Merak menjadi terminal strategis dan merupakan salah satu terminal independen penyimpanan BBM terbesar di Indonesia. 

Diduga lewat terminal itulah BBM RON 90 Pertalite dijual dengan setara BBM RON 92 Pertamax.

Dalam laporan DW.com, media internasional berbasis di Jerman seperti dimuat Serambinews, Riza disebut selama bertahun-tahun memiliki pengaruh besar terhadap Pertamina Energy Trading Ltd (PETRAL), anak usaha PT Pertamina yang mengurusi perdagangan minyak.

Ia bahkan disebut-sebut sebagai sosok yang "mengendalikan" PETRAL selama puluhan tahun, menjadikannya figur yang sangat berpengaruh dalam rantai distribusi dan impor minyak nasional.

Namun saat tahun 2014 Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) membubarkan Petral karena dianggap biang keladi BBM mahal di Indonesia.

Riza Chalid juga dikabarkan memiliki kedekatan dengan beberapa tokoh penting era Orde Baru, termasuk Bambang Trihatmodjo, salah satu anggota keluarga Cendana.

Kedekatan ini memperkuat posisinya di dunia usaha dan politik nasional pada masa itu.

Nama Mohammad Riza Chalid pernah disebut dalam buku “Gurita Bisnis Cikeas” karya George Junus Aditjondro, yang mengulas jejaring kekuasaan dan bisnis di lingkaran elite politik Indonesia.

Selain itu Riza Chalid juga sempat terseret kasus Papa minta Saham bersama Ketua DPR RI saat itu Setya Novanto. 

Dalam kasus tersebut, Riza diduga ikut hadir dalam pertemuan antara Ketua DPR saat itu, Setya Novanto, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin.

Pertemuan itu awalnya diminta sebagai pertemuan empat mata, namun Novanto justru membawa Riza Chalid, yang kemudian menjadi sorotan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved