Berita Terkini Nasional

Kisah Pemandu Wisata di Candi Borobudur, Mura Pernah Dampingi Obama hingga Turis Mabuk

Mura Aristina, pria asal Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Magelang, sudah belasan tahun jadi pemandu wisata di kawasan candi terbesar di dunia

Editor: Teguh Prasetyo
KOMPAS.com/Egadia Birru
TAMU KENEGARAAN - Mura Aristina, tour guide atau pemandu tur khusus Candi Borobudur, Kamis (10/7). Ia kerap menjadi pemandu tamu kenegaraan mulai dari mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama hingga Kaisar Naruhito. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MAGELANG - Ada kisah menarik di balik megahnya Candi Borobudur tentang sosok sederhana yang telah mendampingi tamu-tamu istimewa menjelajahi situs warisan dunia itu.

Sosok itu bernama Mura Aristina, pria asal Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, yang sudah belasan tahun jadi pemandu wisata di kawasan candi terbesar di dunia tersebut.

Di tengah suasana pagi yang perlahan menyingsing, Mura menyesap segelas teh tawar hangat dengan cepat.

Setiap tegukan memberikan dorongan baru untuk mempersiapkan diri menjalani aktivitas hari itu.

Pria berusia 42 tahun ini tak hanya menikmati teh, tetapi juga mencicipi bubur ayam dengan cekatan.

"Saya memandu jam 08.15," katanya kepada Kompas.com, pada Kamis (10/7/2025).

Ketika kami berbincang, jam menunjukkan pukul 07.05 WIB, dan Mura langsung bersiap memasuki kawasan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Mura pun sempat bercerita kalau awal kariernya dimulai dari bawah.

Pada 1999 hingga 2004, ia bekerja sebagai tukang sapu dan petugas keamanan di Balai Konservasi Borobudur—kini Museum dan Cagar Budaya Warisan Dunia Borobudur.

Berkat kerja kerasnya, ia kemudian menjadi staf humas dan akhirnya dipercaya menjadi pemandu tur resmi pada 2009.

"Baru Selasa kemarin saya mendampingi Duta Besar Tiongkok Wang Lutong," ujar Mura.

Momen paling mendebarkan dalam kariernya adalah saat harus memandu tokoh-tokoh besar dunia.

Mura tercatat pernah mendampingi mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, mantan Presiden Singapura Tony Tan Keng Yam.

Ia juga pernah mendampingi Raja Inggris Chalres III yang saat itu masih berstatus pangeran, sampai Raja Swedia Carl XVI Gustaf.

Dari sekian banyak pengalaman, yang paling membuatnya merasa gugup adalah saat mendampingi Putri Thailand Maha Chakri Sirindhorn pada tahun 2016.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved