Berita Viral

Dendam Dipecat, Eks Karyawan Hapus Server Perusahaan hingga Rugi Rp 11 Miliar

Diduga menyimpan dendam terhadap perusahaan tempatnya bekerja, seorang mantan karyawan nekat menghapus server virtual milik bekas kantornya itu.

Foto McAfee Blog via Tribunnews.com
HAPUS SERVER: Foto ilustrasi, hackers (peretas) internet. Diduga menyimpan dendam terhadap perusahaan tempatnya bekerja, seorang mantan karyawan nekat menghapus server virtual milik bekas kantornya itu. Akibat aksi nekat mantan karyawan tersebut, perusahaan tempatnya bekerja sebelumnya, mengalami kerugian hingga 917.832 dollar Singapura atau sekitar Rp 11,1 miliar. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Singapura - Diduga menyimpan dendam terhadap perusahaan tempatnya bekerja, seorang mantan karyawan nekat menghapus server virtual milik bekas kantornya itu.

Akibat aksi nekat mantan karyawan tersebut, perusahaan tempatnya bekerja sebelumnya, mengalami kerugian hingga 917.832 dollar Singapura atau sekitar Rp 11,1 miliar.

Tindakan yang dilakukan karyawan bernama Kandula Nagaraju itu, terjadi beberapa tahun lalu, merupakan bentuk pelampiasan atas pemecatan dirinya.

Nagaraju sebelumnya bekerja di perusahaan teknologi informasi NCS di Singapura sejak November 2021.

Ia tergabung dalam tim yang beranggotakan 21 orang, dengan tanggung jawab mengelola sistem jaminan kualitas (quality assurance/QA) komputer.

Sistem tersebut digunakan untuk menguji perangkat lunak (software) sebelum resmi dirilis. Dalam operasionalnya, sistem QA ini melibatkan 180 server virtual, namun tidak menyimpan data sensitif.

Pada Oktober 2022, kontrak kerja Nagaraju dihentikan karena dinilai memiliki kinerja buruk. Hari kerja terakhirnya adalah 16 November 2022. Meski demikian, berdasarkan dokumen pengadilan, Nagaraju merasa bingung dan kecewa atas pemecatan tersebut.

Ia mengaku sudah bekerja dengan baik dan tidak memahami alasan pemberhentiannya. Setelah dipecat, Nagaraju tidak mendapatkan pekerjaan lain di Singapura dan akhirnya kembali ke India.

Setibanya di India, Nagaraju secara ilegal mengakses sistem NCS menggunakan laptop pribadinya dan kredensial administrator yang masih aktif. Ia tercatat melakukan enam kali login tidak sah antara 6 Januari hingga 17 Januari 2023.

Kemudian, pada Februari 2023, Nagaraju kembali ke Singapura setelah memperoleh pekerjaan baru. Ia tinggal bersama mantan rekan setimnya dari NCS dan memanfaatkan koneksi WiFi temannya untuk kembali masuk ke sistem NCS pada 23 Februari 2023.

Saat itu, ia menulis sejumlah skrip komputer untuk menguji apakah skrip tersebut dapat digunakan untuk menghapus server. Pada Maret 2023, ia kembali mengakses sistem QA NCS sebanyak 13 kali.

Selanjutnya, pada 18 dan 19 Maret, ia menjalankan skrip yang telah dirancang untuk menghapus seluruh 180 server virtual secara bertahap.

Keesokan harinya, tim internal NCS menyadari bahwa sistem mereka tidak dapat diakses. Upaya pemulihan telah dilakukan, namun tidak berhasil, hingga akhirnya diketahui bahwa server telah terhapus seluruhnya.

Baca juga: Penyebab SDN 5 Kraton Tak Dapat Murid, Kepala Sekolah Nilai Dinas Tutup Mata

Perusahaan pun mengalami kerugian sebesar Rp 11,1 miliar akibat insiden ini. Pada 11 April 2023, NCS melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian, disertai bukti sejumlah alamat IP hasil investigasi internal.

Dari penyelidikan tersebut, polisi mengidentifikasi Nagaraju sebagai pelaku. Laptop miliknya disita, dan ditemukan skrip yang digunakan dalam aksi perusakan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved