Berita Terkini Nasional

Kondisi Sekolah Jadi Alasan Orang Tua Mendaftarkan Anaknya ke Sekolah Lain

Kondisi itu diduga menjadi alasan orang tua enggan menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut.

Generated by AI/TribunJatim.com
KEKURANGAN MURID - Ilustrasi bangku sekolah. Kondisi sekolah jadi alasan orang tua mendaftarkan anaknya ke tempat lain. 

"Saya ingin dan mudah-mudahan Dinas juga membantu untuk menarik siswa lebih banyak supaya bisa sekolah di sini," ujarnya.

2. SDN 120 Kota Baru, Bandung

Peristiwa minim murid juga dialami SDN 120 Kota Baru, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung pada SPMB 2025.

Hingga SPMB 2025 berakhir, sekolah yang dipimpin Feni Febryani Zaman ini hanya mendapatkan 18 calon murid baru. 

Rinciannya, 5 calon murid dari pendaftaran online dan sisanya, 13 siswa melalui pendaftaran offline.

"Sekarang sudah ada 18 murid baru, jumlah terus bertambah. Jadi buat saya, saya akan menerima yang daftar offline maupun online demi anak-anak itu sekolah semua," kata Feni pada Jumat (11/7/2025), dikutip dari TribunJabar.id ( grup TribunJatim.com ). 

Kondisi sepinya pendaftar karena kebanyakan orangtua siswa menyekolahkan anaknya ke sekolah yang lokasi berdekatan dengan SDN 120 Kota Baru.

3. SDN Bugangan 02, Semarang

Minimnya siswa baru juga terjadi di SDN Bugangan 02, Semarang. Pada tahap 1 pendaftaran siswa baru, sekolah hanya mendapatkan 4 pendaftar dengan 3 siswa yang melakukan daftar ulang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala SDN Bugangan 02, Semarang, Tri Yuliastuti Tungga Dewi dikutip dari TribunJateng.com.

"Empat itu pun yang daftar ulang hanya tiga karena satunya itu miskomunikasi, kami infokan, tapi tidak aktif nomor HP-nya. Setelah itu baru datang ke sekolah H plus berapa, sehingga tidak diterima," ungkapnya. 

Setelah kabar kurangnya murid tersebut viral, ia mengatakan terdapat 19 data siswa yang sempat tertampung. 

Dari 19 calon siswa tersebut, sudah ada lima hingga enam yang dipastikan mendaftar ulang. Beberapa lainnya sudah terlanjur mendaftar ke sekolah swasta.

"Mungkin dari 19 yang sempat kami tampung itu ada yang lari ke sekolah lain. Kami juga tidak menyalahkan, karena kondisi sekolah kami juga masih membangun. Memang secara infrastruktur, kami yang paling minim," jelasnya.

"Orangtua juga pasti akan melihat fisik bangunan sekolah seperti apa, sehingga yang 19 tadi menyusut, tidak seperti yang kami bayangkan," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved